Hukrim Tiga Orang KHL Ini Terciduk Saat Curi Sawit di Rupat

Tiga Orang KHL Ini Terciduk Saat Curi Sawit di Rupat

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Tiga orang Karyawan Harian Lepas (KHL) PT Priatama Riau yang berada di Rupat, Kabupaten Bengkalis terciduk saat mencuri sawit.

Kepala Security PT Gala Sukses Utama, Yusuf ketika dimintai keterangan terkait pencurian tersebut menceritakan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat.

“Sekitar jam 11:30 WIB, kita menerima laporan dari salah satu asisten kita bahwa ada laporan dari masyarakat kampung, tiga orang karyawan PT Priatama Riau meminjam keranjang di perkampungan untuk melansir buah sawit yang mereka curi di kawasan RT 05 RW 07 Dusun Pangkalan Durian di lokasi PT Priatama Riau,” ujarnya, Rabu (12/2).

Dijelaskannya, setelah laporan diterima, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

“Sesudah sampai di tkp, ketemulah pelaku tiga orang, kami dengan anggota security masih dalam tahap pengintaian, lalu kami bertanya ke mereka, karena belum ada barang bukti, kami lepas mereka,” jelasnya.

Namun, ketika dirinya bersama yang lain pulang, salah seorang security masih berada di dekat lokasi untuk melakukan pengintaian, dan ternyata pelaku akan mulai melansir sawit yang sudah mereka kumpulkan.

“Lalu kami pulang dari tkp, tetapi salah satu anggota securiti M. SIlaban, dia belum pulang, begitu diintai, pelaku nenawarkan ke M Silaban supaya hasil curiannya dapat dimuat ke mobil, tetapi Silaban melarang untuk melakukan hal tersebut,” tambahnya.

Bahkan Silaban menawarkan kepada para pelaku sejumlah uang untuk tidak memuat sawit tersebut.

Namun, pelaku tetap tidak menghiraukan M Silaban. “Mereka menaikan sawit hasil curian mereka ke mobil L300 milik pelaku berinisial G warga Rampang kelurahan Tanjung Kapal,” ujarnya.

Dikatakan Yusup, aksi pencurian ini baru kali ini terjadi dan sudah ditangkap.

Secara terpisah. Ketiga pelaku, yakni Rs (23), Fr (24), Df (24) ketika ditanya alasan apa yang membuat mereka melakukan hal demikian, jawabannya berbeda-beda.

Pelaku Rs (23) beralasan masalah ekonomi, Fr (24) menjawab untuk kebutuhan biaya menikah, sedangkan Df (24) beralasan sama dengan Rs, yaitu masalah ekonomi.

Terkait peranan, Fr dan Df bertugas mendodos sawit, sedangkan Rs bertugas melansir sawit yang telah didodos rekannya.

Salah seorang pimpinan PT Priatama Riau, Samsul ketika ditemui dan ditanya soal penangkapan itu merasa senang bisa menangkap pencuri tersebut.

“Merasa senang, kita masih lanjut terus, patroli rutin kita tetap waspada mencari sampai tidak ada pencurian lagi, baru kali ini tertangkap pencurian sawit semasa jabatan pak Yusup sebagai securiti, dulu ada juga tertangkap pencuri pupuk semasa tugas pak Purba, namun sekarang sering ada penggagalan pencurian sawit,” tuturnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa kasus ini akan terus dilanjutkan hingga pencuri dihukum sebagaimana mestinya.

“Ini pencurian harus dituntaskan, baik pencurian di darat maupun di laut, soalnya hitungannya, banyak bukan cuma 100kg, ini hitungannya per ton,” ungkap Samsul.

Pelaku akhirnya diserahkan ke Polsek Rupat untuk selanjutnya diproses sesuai UU yang berlaku.

Kapolsek Rupat AKP. Masrial S.Sos saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan pelaku masih dalam tahap di-BAP dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

“Tahap penyelidikan,” ungkap Kapolsek.

Penulis: Johanes Simangunsong