Hukrim Terlibat Human Trafficking, ‘Mami’ Lokalisasi Maredan Diciduk

Terlibat Human Trafficking, ‘Mami’ Lokalisasi Maredan Diciduk

5
BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau- Dengan iming-iming kerja sebgai pelayan restoran bergaji Rp2 juta per bulan, Yuliani alias Dedek berhasil menjadikan gadis-gadis remaja berusia belasan tahun sebagai pelacur di Cafe Arimbi, Lokalisasi Maredan, Kecamatan Tenayan, Pekanbaru.

Pekerjaan haram Yuliani terbongkar setelah tim Opsnal Polsek Tenayan Raya sukses menciduk sang mami, Yuliani di lokalisasi Maredan, Ahad (09/04/17) pukul 23.30 WIB akhir pekan lalu.

“Tersangka terbukti mempekerjakan beberapa perempuan dibawah umur menjadi PSK di Cafe Arimbi Lokalisasi Maredan. Salah satu korban adalah Mi (16), remaja asal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,” ujar Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi, Rabu (12/04/17).

Mi sendiri, jelas Kapolsek, berada di pekanbaru sejak 5 April lalu. Saat itu, ia datang bersama dengan dua temannya SA dan Ad untuk bertemu tersangka (Yuliani, red).

Namun bukannya diberi pekerjaan sebagai pelayan restoran, korban justru dibawa oleh tersangka ke Lokalisasi Maredan dan dipekerjakan sebagai budak seks para lelaki hidung belang. Korban juga dipaksa untuk berpakaian dan berpenampilan seksi agar bisa menarik minat tamu-tamu yang datang.

“Selama dijadikan PSK di TKP, korban sudah dua kali melayani tamu untuk berhubungan badan. Jika korban menolak, maka tersangka akan memarahinya. Sekali melakukan (hubungan badan), tarif korban Rp250 ribu. Tapi uangnya diambil semua oleh tersangka dengan alasan korban masih punya hutang biaya transportasi ketika datang dari Banten ke Pekanbaru,” jelas Kapolsek menceritakan pengalaman korban.

Selain itu, tersangka juga melarang korban berkomunikasi dengan keluarganya. “Korban tidak diperbolehkan keluar lokalisasi tanpa izin dari tersangka. Selain korban, dua teman korban yang lain, SA dan Ad juga diperlakukan sama. Mereka dijadikan PSK di Maredan,” tambah Kapolsek.

Sementara itu, selain menangkap tersangka Yuliani, petugas turut mengamankan pula barang bukti sebuah buku berisi catatan PSK di TKP, sebuah hotpant serta 3 papan pil KB merk Andalan.

“Tersangka kita jerat Pasal 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia atau Pasal 88 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (red)