Tentang Kontrak dan Hidup di MotoGP, Ini Kata Rossi

JAKARTA, Tribunriau – Valentino Rossi baru saja memperpanjang kontraknya bersama Yamaha hingga 2020. Gelar dunia kesepuluh bukanlah target utamanya. The Doctor hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk hal yang benar-benar dia cintai. Berikut petikan wawancara Speedweek dengan Rossi, dikutip Selasa (27/3).

Apa pertimbangan Anda memperpanjang kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2020?

Saya melakukannya karena saya menikmatinya. Semua terhubung. Saya hanya ingin menikmati setiap saat saya mengendarai sepeda motor. Balapan, menang, atau setidaknya mencoba tetap kompetitif.

Saya melakukannya karena saya mencintai dunia ini. Saya juga menjalani masa-masa sulit. Ini impian sejak saya masih empat atau lima tahun. Bagaimana mungkin saya mengatakan semua sudah cukup? Mustahil.

Valentino, Anda baru saja berusia 39 tahun. Setelah memperpanjang kontrak dua tahun, itu berarti Anda harus berada di MotoGP selama tiga tahun. Apa yang Anda pikirkan?

Secara fisik ini memang lebih menuntut saya. Jadi, saya harus latihan banyak dan itu kegiatan yang saya suka. Saya harus bekerja di paddock lagi, berdebat dan adu pendapat, berjuang dengan ban, mengumpulkan data. Itu semua saya yakin lebih baik, sebab saya beruntung berada di tim yang fantastis. Semua sahabat sejati ada, dan itu membuat semuanya lebih mudah.

Pada 2020 Anda akan merayakan 25 tahun di MotoGP. Pernahkah Anda membayangkannya?

Siapa yang menyangka seperti itu awalnya? Seperempat abad. Saya masih ingat ketika 1996, CEO Aprilia, Ivano Beggio memberi saya kepercayaan masuk ke dunia ini. Saya waktu itu hanya seorang bocah cilik yang tidak berpikir panjang. Saya tak pernah membayangkan apa yang terjadi ke depan. Sebaliknya, ketika saya menandatangani kontrak perpanjangan dua tahun lalu, saya memang sempat berpikir, mungkin ini yang terakhir. Saat berpikir seperti itu, saya langsung sedih.

Kapan Anda benar-benar memutuskan akan melanjutkan balapan?

Yamaha memberi tahu saya November 2017, katanya, ambil waktu sebanyak yang saya inginkan. Saya secara naluriah mengiyakan. Tapi, saya berpikir lagi, mari kita tunggu sampai musim dingin yang pastinya akan menjadi latihan membosankan, semua pelatihan, pengujian, penerbangan ke sana sini. Jika semuanya berjalan lancar, itu pertanda saya masih bisa melanjutkan.

Apakah M1 Yamaha semakin sempurna setelah dilanda ketidakpastian selama ini?

Itu benar. Paketnya, mulai dari mesin, bingkai, elektronik, semua bekerja lebih baik dibanding tahun lalu. Namun demikian, satu kali kemenangan dan enam podium di 2017 tak terlalu buruk bagi pembalap tua seperti saya. Tujuan saya sekarang adalah finis di tiga besar dan tetap di kejuaraan dunia sampai akhir.

Kemajuan, kemampuan bersaing, jatuh bangun, itu semua haruskah masih Anda rasakan di usia sekarang?

Sejauh kekuatan dan tekad saya masih ada, saya ini sama saja dengan pembalap lain yang lebih muda. MotoGP menutut Anda lebih dan lebih dari hari ke hari. Levelnya terus meningkat dari dulu. Tahun ini, kejuaraan dunia mungkin lebih seimbang dari sebelumnya. Setidaknya 10 pembalap bisa menang di atas kertas, mulai dari Marquez, Dovizioso, Vinales, Zarco, Pedrosa, Iannone, Lorenzo, kemudian Crutchlow dan Petrucci.

Anda terobsesi memenangkan gelar juara dunia kesepuluh. Masalahnya, jika Anda terlanjur menang pada 2018, apa yang Anda lakukan dua tahun setelah itu karena sudah terikat kontrak?

Pertanyaan bagus. Anggap saja saya sudah memenangkan gelar kesepuluh. Setelah itu apa? Tidak ada yang berubah. Saya mungkin akan mencoba memenangkan gelar ke-11. Saya akan meneruskan dan mencoba lagi.

Sembilan tahun berlalu setelah kemenangan terakhir Anda di MotoGP. Mengapa Anda tidak berhenti setelah menjadi juara dunia 2009?

Sangat sulit berhenti ketika Anda sedang berada di puncak. Saya punya beberapa teman, mulai dari Schumacher, Troy Bayliss, Max Biaggi yang memutuskan berhenti di tahun-tahun terbaik mereka. Saya tahu betul bagaimana rasanya. Ada sesuatu hilang dalam diri saya. Itu sebabnya saya ingin kembali melakukannya. Saya lebih suka memberikan segalanya untuk dunia ini.

Dengar-dengar Anda berpotensi menjadi penerus Bos Dorna, Carmelo Ezpelata?

Haruskah saya ulangi apa yang paling menarik bagi saya saat ini? Masih ada waktu untuk istirahat menjelang balapan berikutnya. Saya senang bisa membimbing anak-anak didik saya di VR46 Academy dan berkompetisi dengan mereka di Tavullia Ranch. Itu juga rahasianya saya tetap awet muda.

Sudahkah Anda menandatangani opsi perpanjangan 2021?

Tentu saja belum (Rossi tertawa). (rci/red)