Hukrim Soal Salah Perencanaan Pembangunan Istana Raja Kampa, Repol Minta Dinas Pariwisata...

Soal Salah Perencanaan Pembangunan Istana Raja Kampa, Repol Minta Dinas Pariwisata Bertanggung Jawab

BERBAGI

Kampa, TRIBUNRIAU.COM, Wakil Ketua DPRD Kampar Repol.S.Ag, meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Kampar agar serius melaksanakan program pembangunan yang sudah disahkan melalui ketok palu DPRD Kampar, termasuk membuat perencanaan yang matang, jangan sampai terjadi, kegiatan sudah dilaksankan, sementara perencanaan pembangunan masih terdapat kesalahan.

Kepada Tribunriau.com, Repol menyampaikan, saat meninjau proyek pembangunan Istana Sultan Mahmud Syah 1X, (Istana Raja Kampa), di Desa Koto Parambahan, Kecamatan Kampa, Kamis 31/10/2019.

Proyek pembangunan Istana Raja Kampa ini, dibiyai dengan APBD Kampar Tahun anggaran 2019, menelan dana sebesar Rp1.592.270.000.00.-(satu milyar lima ratus sembilan puluh dua ribu dua ratus tujuh puluh ribu rupiah), yang dikerjakan CV. Dziyas Putra Utama dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender.

Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kampar Suryadi yang di jumpai di lokasi proyek, kesalahan terjadi pada besi lantai Istana ini, besi untuk lantai tidak sesuai ukurannya dengan beban coran yang akan dipasang, sehingga besi lantai ini harus ditukar agar tidak runtuh nantinya, kalaulah besi dipasang sesuai dengan perencanaan awal, di khawatirkan lantai Istana ini akan runtuh”

“Makanya pengerjaan proyek ini di CCO kan, agar tidak mengurangi nilai dari pada pengerjaan peoyek ini,” kata Suryadi.

“Pembangunan Istana Raja Kampa ini, anggaran yang tersedia tahun ini hanya sampai pemasangan atap, sementara untuk plapon tangga, dan pekerjaan lainnya masih memerlukan dana sebesar Rp700 juta lagi, untuk tahun anggaran 2020 di APBD Kabupaten Kampar sudah kita usulkan, mudah mudahan tidak di coret”imbuh Suryadi.

Karena terjadi salah perencanaan di proyek ini, Politisi Partai Golkar angkat bicara “kedepan saya minta kepada Dinas Pariwisata Kampar, agar lebih berhati hati dan serius dalam membuat suatu perencanaan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan, kemudian saya minta pembangunan Istana Raja Kampa ini harus dilanjutkan sampai tuntas”.

“Soal bangunan sekolah SD 003 Koto Parambahan yang di bongkar sebanyak 7 lokal dan satu gedung pustaka, dampak pembangunan Istana Raja Kampa ini, kami akan cek terlebih dahulu, kapan gedung sekolah ini akan dibangun lagi, apakah sudah masuk usulannya di tahun anggaran 2020 ini kita belum tahu, kalau ruang belajar ini lambat dibangun, kasihan kita sama anak anak yang belajar, sekarang aja menumpang belajar di gedung MDA, sudah jelas mengganggu proses belajar mengajar”.

“Kita akan cek juga apa gedung sekolah SD 003 koto parambahan ini terdata dalam aset daerah, kalau terdata, tidak bisa dibongkar sembarangan, itu ada aturannya, jangan nanti kita di dakwa menghilangkan aset daerah”

“Kalau gedung ini di bongkar, atap dan kayu kayunya di kemanakan, termasuk mobilernya, kalau ini dilelang harus masuk ke dalam Kas daerah, tidak bisa dipakai langsung, kalau hasil pelelangan sekolah ini dipakai langsung, tentu pekerjaan yang melawan hukum, ” tambah Repol.(shm)