Semesta Riau Sekda Rohul Buka Rakor Percepatan Pencapaian UHC Program JKN 2018

Sekda Rohul Buka Rakor Percepatan Pencapaian UHC Program JKN 2018

6
BERBAGI

ROKAN HULU,Tribun Riau- Sekretaris daerah (sekda) Rokan Hulu (Rohul), H.Abdul Haris Lubis.S.Sos,M.Si, buka ‎Rapat koordinasi (Rakor) percepatan pencapaian Universal Health Converage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rohul tahun 2018.

Rakor percepatan pencapaian UHC program JKN di Rohul 2018, ‎digelar di Kantor Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Rohul, Selasa (9/10/2018), dihadiri Kepala Bappeda Rohul, Nifzar, kepala cabang Badan pelayanan jasa kesehatan (BPJS) Kesehatan Kota Pekanbaru, Rahmad Asri Ritonga, kepada Dinas kesehatan, Dinkes, para Camat dan peserta.

Sekada Abdul Haris dalam sambutanya mengungkapkan, bahwa program JKN atau yang lebih dikenal oleh masyarakat BPJS Kesehatan, di Rohul masih jauh dari harapan karena kepesertaanya masih di bawah 50 persen dari jumlah penduduk Rohul.

Sehingga, melalui Rakor tersebut Sekda Abdul Haris mengharapkan, menjelang akhir tahun 2018 ini peserta BPJS di Rohul sudah bisa mencapai 95 persen dari jumlah penduduk.

Dijelaskan Abdul Haris, ‎untuk mendapatkan angka 95 persen tersebut, tentunya Pemkab Rohul sangat berkomitmen dam mengejar kepesertaan BPJS hingga Desembar 2018, dengan mengajak masyarakat yang belum bergabung agar bergabung dengan segala kemudahan.

Jelasnya lagi, bentuk komitmen Pemkab Rohul sendiri untuk ikut percepatan pencapaian UHC program JKN ‎2018 ini, dengan menjadikan honorer Rohul sebagai peserta BPJS kesehatan secara keseluruhan.

“Tenaga honorer sudah ada regulasi yang mengatur dan dimasukan ke BPJS, dimana iuran pembayarannya dibagi tanggung jawabnya antara honorer dan Pemkab, Pemkab 3 persen dan peserta 2 persen,” tegasnya.

Sekda berharap, seluruh Kepala OPD untuk memberikan pengarahan baik kepada tenaga honorer maupun ke masyarakat di bawah binaan-binaan Satker, sehingga target 95 persen bisa segera tercapai pada Desember 2018 mendatang.

“BPJS sifatnya bergotong royong, dimana yang sakit tidak mampu akan ditopang oleh kita yang sehat. Sehingga dengan keikutsertaan kita sebagai peserta BPJS Kesehatan sangat diharapkan sekali dan berperan penting,” harapnya.

Kepala Bappeda Rohul Nifzar mengaku, ‎sesuai dengan Inpres Nomor 8 tahun 2017, bahwa kepala daerah menjamin seluruh penduduknya harus menjadi peserta JKN atau BPJS Kesehatan. Akan tetapi kondisi saat ini di Rohul baru sekitar 47 persen yang sudah terdaftar di JKN atau BPJS kesehatan.

“Dalam waktu yang tinggal beberapa bulan ini, agar seluruh OPD memaksimalkan fungsinya untuk mengajak masyarakat menjadi peserta JKN atau BPJS kesehatan,” ajaknya.

Upaya memaksimalkan, pihaknya akan melibatkan seluruh unsur mulai dari pemerintah desa, Kecamatan hingga Dinas dan badan, agar mengajak masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Kita optimis, dengan adanya kerjasama yang baik pencapaian akan bisa didapat di akhir 2018, semua harus bekerja, termasuk honor yang jumlahnya sekitar 3350, ” harapnya. (mad)