Hukrim PMKS PT.SIPP Disegel Pemerintah Dibacking Kapolres dan Dandim Bengkalis

PMKS PT.SIPP Disegel Pemerintah Dibacking Kapolres dan Dandim Bengkalis

BERBAGI

 Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis untuk menutup usaha PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) PT.SIPP (Sawit Inti Prima Perkasa), melakukan pemasangan papan/plang pengumuman penyegelan, di Jalan Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (20/01/ 2022).

Dimana pada saat roses pemasangan plang turut dihadiri Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmoko, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia, Kasatpol-PP Hengki Kurniawan, Plt Kepala DLH M Azmir, Kepala DSPMP Basuki Rahmat, Kepala Bappenda Syahruddin, Plt Kepala Diskominfotik Adisutrisno, Inspektur Radius Akima, Plt Kepala Dakprin Zulpan, Camat Mandau Riki Rihardi, Kabag Hukum Fendro Arrasyid, serta sejumlah pejabat lainnya.

Demi antisipasi gejolak dari pihak perusahaan dan kelancaran proses pemasangan plang, Satpol PP Bengkalis menerjunkan 45 personil, Kepolisian 45 personil dan TNI 45 personil.

Sempat terjadi kisruh, ketika plang Keputusan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor 006/DSPMP-ST/1/2022/01, tentang Pencabutan Perizinan Berusaha dan Izin Lingkungan, akan di pasang oleh petugas. Kericuhan ini berawal dari adu argumen antara kuasa hukum PT SIPP dengan kuasa hukum Pemerintah Daerah, sehingga situasi sedikit terpancing dan menimbulkan aksi dorong-dorongan antara petugas Satpol PP dan pihak SIPP.

Tindakan dari pihak kepolisian  mengamankan 2 orang massa yang diduga menjadi provokator, memanasi massa untuk menyerang petugas yang mengamankan proses pemasangan plang penutupan perusahaan tersebut.

Kemudian adanya gejolak masyarakat sekitar yang  juga ramai datang dan mendukung penutupan PT SIPP. Karena mereka sangat merasa menderita dari dampak limbah perusahaan tersebut dengan merusak lingkungan dan tanaman masyarakat sekitar. Bahkan limbahnya juga diduga merusak ekosistem sungai Mandau.

“Kita (Pemda) sudah sangat memberikan toleransi kepada PT SIPP dari tahun 2017, kita sudah melayangkan beberapa kali surat teguran sampai pemanggilan untuk audiensi selama 4 tahun terakhir ini, namun tidak diindahkan oleh PT SIPP. Bahkan, dampaknya semakin besar dan menganiaya masyarakat sekitar akibat limbah pabrik yang dibuang begitu saja tidak sesuai dengan ketentuan,” ujar Plt Kepala DLH Azmir.(jlr/disk).