Pemkab Rohil peringati Hari Down sindrom dan Tuberkulosis Sedunia

ROHIL, Tribunriau – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) memperingati Hari Down sindrom Sedunia dan Tuberkulosis (TBC) Sedunia, minggu ( 24/3/19) di halaman kantor BPKAD jalan merdeka Bagansiapiapi.

Acara dihadiri Bupati Rokan Hilir H. Suyatno. Amp, sekda Drs. Surya Arfan. MSi, ketua DPRD diwakili Habib Nur, porkofimda, para pimpinan tinggi pratama, OPD Rohil, Ketua PKK yang mewakili, Bank Riau kepri, Yayasan SLB dan yayasan sahabat ananda.

Laporan panitia filer, S. Kep, menjelaskan, mungkin sebagian orang belum mengetahui apa itu Down sindrom. Down Sindrom gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan mempunyai ciri-ciri fisik yang khas. Diakibatkan gangguan kromsom 21 menyebabkan seseorang mengalami keterbelakangan mental.

Adapun tujuan kami mengadakan acara ini supaya tidak ada lagi saling perbedaan atau saling membedakan karena penyandang Down sindrom ini banyak dikucilkan dilingkungan bermainya ataupun dipandang sebelah mata bahkan di bully.

Untuk itu mari bersama-sama dengan penyandang Down sindrom ini membutuhkan dukungan kita, membutuhkan dukungan dari lingkungan dan terutama dukungan dari orang tua dan keluarga. Sesuai dengan tema hari ini “aku ada aku bisa apalah artinya sebuah perbedaan”. Mari kita timbulkan rasa peduli kita, jangan ada lagi perbedaan, kita punya masa depan, dia juga punya masa depan,” ujar filer

Bupati dalam sambutanya mengatakan, Tuber kulosif, masih merupakan masalah kesehatan di dunia oleh karena itu dalam sidang umum PBB, termasuk Indonesia telah sepakat untuk mencapai iliminasi Tuberkulosis di dunia pada tahun 2030.

Di Indonesia diperkirakan, ada 842.000 kasus baru Tuberkulosif setiap tahun, dari jumlah ini dan setelah yang ditemukan dan diobati. Pemerintah bersama seluruh masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan semua pasien Tuberkulosis di Indonesia.

Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap 24 maret, dengan tema tahun ini, “isTime” dan tema nasional Indonesia yang dipilih adalah” saatnya Indonesia bebas TBC “tema Indonesia ini dipilih untuk mengerakan seluruh lapisan masyarakat, membebaskan Indonesia dari penyakit Tuberkulosis , setiap orang perlu memeriksa diri sendiri, kalau ada gejala tentang penyakit tersebut agar segera diobati sampai sembuh.

Salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah gerakan dan temukan Tuberkulosis sampai sembuh yang melibatkan seluruh masyarakat, dan dimaksudkan agar eleminasi Tuberkulosis dapat tercapai di Indonesia 2030.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas dukungan atas lapisan masyarakat bagi keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Rokan Hilir, ” kata suyatno. (hen)