Ekonomi Pekerja di PMKS PT.GMS Minimal 70% Warga Tempatan

Pekerja di PMKS PT.GMS Minimal 70% Warga Tempatan

BERBAGI

Bengkalis (Duri), Tribunriau – Keberadaan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) PT.GMS (Gora Mandau Sawit), sepertinya sangat membantu warga tempatan untuk mendapatkan pekerjaan, terlebih disaat menghadapi pandemi covid-19 di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Pabrik yang sudah beroperasi hampir satu tahun itu, tampak lancar dan para pekerja pun selalu semangat untuk melakukan pekerjaannya.Tampak bila menjelang tengah hari, banyak bungkusan nasi/rantang yang dititip pihak keluarga pekerja di pos penjagaan security untuk santapan makan siang pekerja.

Ketika ditanyakan kepada istri salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kalau ia hampir setiap hari mengantarkan bungkusan nasi untuk makan siang suaminya.Dan ia merasa senang karena suaminya bisa bekerja di pabrik itu.

“Ya..sangat bersyukurlah dengan adanya pabrik ini, suami saya bisa diterima bekerja disini.Dengan gaji tetap perbulan diterima, bisa membiayai kebutuhan rumahtangga setiap hari, termasuk anak sekolah.Jadi, suami tidak jauh-jauh lagi mencari pekerjaan, termasuk tetangga dan warga lainnya,” ujarnya sembari menolak untuk difoto.

Sementara Humas perusahaan Sumariono didampingi KTU (kepala tata usaha) Pandu Dwi Nurdiansyah mengatakan, bahwa PT.GMS menerima pekerja dari warga setempat (Desa Harapan Baru) sudah mencapai 70%.

“Apalagi pekerja bongkar muat yang bernaung pada organisasi F-SPTI-K-SPSI, semuanya dari warga setempat,” ujar Sumariono dan didukung Pandu Dwi Nurdiansyah di ruangan humas, Kamis siang (25/11/21) pukul 11.30 WIB.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya warga Desa Harapan Baru yang bekerja di pabrik ini, dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan keluarga.Para pedagangpun akan kebagian pula rejeki, karena barang dagangannya dibeli oleh para pekerja dan keluarga.Kami minta masyarakat luas dan pemerintah dapat memahaminya dan mendukung kelancaran operasional pabrik,” ujar Sumariono dan Pandu.(jlr).