Hukrim Oknum Dewan di Bengkalis Diduga ‘Bermain’ Proyek

Oknum Dewan di Bengkalis Diduga ‘Bermain’ Proyek

165
BERBAGI

Duri, Tribun Riau – Oknum anggota dewan berinisial ‘R’ diduga menggunakan kewenangannya selaku anggota komisi II DPRD Bengkalis untuk mendapatkan proyek dari Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Tepatnya pembangunan pagar TPU di RT 04 RW 05 Dusun Paong Napal, Desa Tambusai Batang Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Pada papan pengumuman disebutkan, nilai kontrak sebesar Rp.199.563.000,- kontraktor pelaksana CV.Liandino Utama, sedangkan volume kegiatan tidak dicantumkan luasnya, hanya disebutkan 1 kegiatan.

Dari informasi pekerja di lapangan, mereka mengatakan kalau kontraktornya adalah Rianto anggota DPRD Bengkalis dan sering datang ke lapangan.

Pekerja diberi upah per harinya sebesar Rp.120.000 untuk tukang, dan Rp.100.000 untuk kernek, karena pekerja yang berjumlah 6 orang sebagai pekerja harian, sedangkan sebagai pemborong pekerjaan dari Rianto adalah Asep.

“Kontraktornya Rianto anggota DPRD Bengkalis, ini fotonya pak,” ujar pekerja sembari menunjukkan foto Rianto yang terpampang di banner selaku caleg dari partai PAN dapil Kecamatan Bathin Solapan, Senin (29/10/18).

“Kalau pemborong pekerjaan si Asep, kami ada 6 orang sebagai pekerja harian yang diberikan Asep, upah tukang Rp 120.000 per hari dan kernek Rp.80.000 perhari. Luas tanah TPU ini 1 hektar dan rencana pembuatan tiang pagar sebanyak 81. Kalau lebih jelasnya hubungi saja Asep,” kata pekerja yang tidak mau namanya disebutkan sembari memberikan nomor HP Asep.

Setelah dihubungi melalui nomor HP tersebut, wartawan media ini bersama awak media lain menjumpai Asep di halaman belakang rumah Rianto, tepatnya di Jalan Simpang lima Desa Petani.

Asep yang saat itu berkaos tanpa lengan dan bercelana pendek serta memakai topi warna biru bersama beberapa temannya (termasuk adik kandung Rianto), sedang mengerjakan besi yang akan dipakai untuk proyek pembangunan pagar TPU tersebut, ia menjelaskan kalau pemilik CV.Liandino Utama adalah Rianto.

“Yang punya CV.Liandino Utama adalah Rianto anggota DPRD Bengkalis, kalau disini biasa dipanggil Anto Toreng, kalau diatas Rianto, itu orangnya,” kata Asep sambil menunjuk ke arah mobil ambulance sedang parkir, yang ada gambar Rianto dan tulisan Partai Amanat Nasional Kecamatan Bathin Solapan.

“Orangnya jarang di rumah, kalau ada paling 1 atau 2 hari lalu pergi lagi, kami hanya sebagai pekerja, kalau disuruh pasang ini kami pasang, kalau ada perlu hubungi pakai HP saja,” terang Asep dan didukung temannya.

Sementara itu, Rianto tak berhasil dijumpai, ketika dikonfirmasi melalui nomor HP yang diberikan, Rianto mengatakan bahwa perusahaan tersebut bukanlah miliknya.

“Bukan saya kontraktornya, itu punya orang Bengkalis, mereka hanya numpang simpan besi di rumah saya.CV.Liandino Utama juga bukan milik saya, milik orang Bengkalis,” sebut Rianto, Jumat (23/11/18).

Ketika diungkapkan bahwa menurut Asep, CV. Liandino Utama adalah miliknya, Rianto tetap bersikukuh bahwa perusahaan itu milik orang Bengkalis.

“Bukan punya saya, orang Bengkalis yang punya, Asep itukan tukang, sudah ya..saya mau ada rapat,” tutup Rianto. (Jl)