Nasional Mendagri Bandingkan Jakarta dan Shanghai, Begini Kata Anies

Mendagri Bandingkan Jakarta dan Shanghai, Begini Kata Anies

BERBAGI
Mendagri Tito Karnavian dalam acara Munas APPSI VI di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11). Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan
Mendagri Tito Karnavian dalam acara Munas APPSI VI di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11). Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan

JAKARTA, Tribunriau- Menteri Dalam Negri (Mendagri), Tito Karnavian membandingkan kondisi Jakarta dengan Shanghai China saat memberikan kata sambutan dalam Munas APPSI yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Saat yang lain menyikapi negatif terhadap pernyataan mantan Kapolri itu, Anies malah menyikapinya dengan positif, ia menilai apa yang disampaikan Tito adalah sebuah rangkaian transformasi yang dilakukan China dalam 4 dekade belakangan.

“Begini. Pak Tito tadi memberikan gambaran transformasi yang dialami oleh Tiongkok selama empat dekade. Karena beliau menceritakan bagaimana analis-analis di akhir tahun 70-an-80-an mengantisipasi perubahan yang terjadi di Tiongkok,” kata Anies di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11) dilansir Kumparan.

“Jadi menceritakan betapa cepatnya terjadi perubahan di sana. Dan kemudian di dalam konteks itu, menceritakan dua kota, yang pada waktu itu tahun 1998,” tambahnya.

Dikatakannya, ucapan Tito bisa dilihat sebagai sebuah hal yang objektif. China yang sebelumnya merupakan negara kecil bisa melompat 100 kali lebih besar dan bisa dibandingkan dengan negara-negara besar dunia.

“Jadi menurut saya, tidak usah dilepaskan konteks percakapannya. Konteks percakapannya adalah konteks percakapan tentang transformasi. Itu artinya juga PR bagi kita untuk mempercepat transformasi. Dan ini obyektif saja,” jelasnya.

Karena itu, ia menyebut semua daerah harus mengambil pesan penting dari pidato Tito soal perkembangan pesat China. Tidak sebatas soal Jakarta dan Shanghai.

“Jadi menurut saya justru pelajaran penting yang kita ambil dari pesan yang disampaikan Pak Mendagri tadi adalah pesan tentang transformasi sebuah negara. Lebih dari soal kata kampung, jadi kan itu memang clickbait, menarik, tweetable gitu,” ujar dia.

“Tapi sesungguhnya, ini adalah pesan penting bagaimana transformasi sebuah negara itu terjadi, dikerjakan dengan konsisten selama beberapa dekade, dan sekarang mereka merasakan buahnya,” ucap Anies.

Sebelumnya, Tito awalnya mencontohkan China sebagai negara yang menganut sistem nondemokrasi bisa berkembang pesat seperti sekarang ini. Kemudian, Tito membandingkan Jakarta dengan salah satu kota di China, Shanghai, yang berkembang pesat.

“Pak Anies, saya yakin Pak Anies sering ke China, kalau kita lihat ke Jakarta [sekarang] kayak kampung dibanding dengan Shanghai,” tutur Tito. (red)