Lingkungan Masyarakat Desa Darul Aman Rupat Minta PT SRL Lanjutkan Program Tahun 2012

Masyarakat Desa Darul Aman Rupat Minta PT SRL Lanjutkan Program Tahun 2012

BERBAGI

RUPAT, Tribunriau- Masyarakat Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis meminta PT Sumatra Riang Lestari (SRL) untuk melanjutkan program tanaman kehidupan seperti yang sudah disepakati pada tahun 2012 lalu.

Program tanaman kehidupan yang dimulai pada tahun 2012 lalu itu rencananya sekarang akan dialihkan menjadi tanaman akasia.

Kepala Desa (Kades) Darul Aman, Pramujo Rusid, SHi mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan guna pengecekan.

“Tanaman kehidupan yang disepakati perusahaan dengan masyarakat pada tahun 2012, nyatanya kurang terurus, kurang perawatan, hanya bagian di depan saja yang tumbuh pohon karetnya, di dalam banyak kosong hanya anak akasia yang hidup,” ujar Kades, Senin (22/6).

Dijelaskan Kades, masyarakat Darul Aman tetap menghendaki tanaman karet seperti yang telah dijanjikan PT SRL, tidak diganti dengan akasia.

“Dengan catatan, perusahaan harus menyerahkan tanaman kehidupan berupa pohon karet sesuai dengan aturan yang ada,” tambahnya.

Artinya, lanjut Kades, perawatannya juga maksimal sudah layak diserahkan kepada masyarakat.

“Perusahaan juga selama ini abai, kurang serius dalam perawatan tanaman kehidupan pohon karet, buktinya ada akasia yang tumbuh di areal tanaman karet tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Tata Pemerintahan, M Zaki Nashrul Haq ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Camat Rupat, Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa pihaknya juga sudah turun ke lapangan, juga bersama 6 kades lainnya.

“Benar kemaren kita ke lapangan turun langsung pak camat Khairuna bersama, kades, BPD, LPMK untuk 6 desa,” ujarnya.

Zaki menjelaskan kondisi lapangan, yaitu tanaman yang tidak terawat, tidak terurus dan pak camat mengeluarkan statement pada saat itu dengan lokasi yang jauh dari pemukiman, kemungkinan masyarakat tidak akan mau memotong karetnya atau bahasa kampung menoreh bagian mereka.

“Dikarenakan sangat jauh dari pemukiman tanaman kehidupan tersebut,” jelasnya.

“Camat membuat kesepakatan nanti diadakan pertemuan perusahaan dan masyarakat di antara dua desa empat kelurahan, akan membahas ulang, soalnya kesepakatan ini antara perusahaan dengan Bupati Pak Herlian pada saat itu,” tambahnya.

Terkait tanaman kehidupan, lanjut Zaki, ada masukan dari PT SRL, penanaman pohon akasia, mulai dari penanaman perawatan sampai panen akan dibiayai oleh perusahaan, sudah ada contoh seperti di Desa Kebumen, sudah ada penanaman pohon akasia.

“Tetapi pak camat masih menghimpun data dulu, menghimpun pengetahuan masalah tanaman akasia apa yang cocok untuk masyarakat, ada alternatif lain penanaman aren atau gronggang kemarin kita kordinasi antara Bapeda Bengkalis,” ungkap M Zaki Nashrul Haq.

Sementara itu, Humas PT SRL, Toto ketika dihubungi via selular membenarkan adanya kegagalan dalam penanaman pohon karet, dan pihaknya kini menawarkan pengalihan ke tanaman akasia ke desa Darul Aman, Tanjung Kapal dan lainnya.

Penulis: Johanes mangunsong