Lokasi Astaka MTQ Dumai di Bukit Gelanggang Diduga Jadi Tempat Maksiat

Salah satu penampakan pasangan muda-mudi yang duduk berduaan di lapangan Bukit Gelanggang Kota Dumai
Salah satu penampakan pasangan muda-mudi yang duduk berduaan di lapangan Bukit Gelanggang Kota Dumai

DUMAI,Tribun Riau- Lokasi Astaka MTQ di area lapangan Bukit Gelanggang Kota Dumai diduga berubah fungsi menjadi tempat maksiat pada malam hari.

Padahal, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk Astaka tersebut berjumlah miliaran rupiah, digunakan untuk menggelar MTQ tingkat Provinsi Riau pada tahun 2017 lalu.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Dumai, Ferry Windria beberapa waktu yang lalu.

“Kita sangat menyayangkan lokasi astaka MTQ di lapangan Bukit Gelanggang itu menjadi tempat ajang maksiat pada malam harinya,” ujar Ferry.

Dirinya juga sempat melihat lokasi tersebut pada malam harinya, didapatinya beberapa pasangan muda-mudi duduk berduaan di area Astaka MTQ tersebut.

“Semenjak siap digunakan untuk tempat perhelatan MTQ tingkat provinsi, kini menjadi tempat ajang maksiat, ini terbukti di malam hari banyak pasangan muda-mudi yang duduk berduaan di areal Astaka MTQ,” jelasnya.

Terlebih lagi, lanjut Ferry, sejak permainan anak-anak seperti mobil-mobilan remot, sepatu roda, kolam pancing, odong-odong serta permainan anak-anak lainnya dilarang masuk untuk menggelar daganganya.

“Pedagang juga mengaku omsetnya menurun sejak dilarang menggelar dagangannya di area Astaka,” tambah Ferry setelah mendapatkan pengakuan dari para pedagang di lapangan Bukit Gelanggang.

Ferry berharap, pihak terkait dapat menjaga aset pemerintah daerah yang telah menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah tersebut. (rilis)