Klaim Jokowi Indonesia Peringkat Ketiga di Dunia, “Dunia Yang Mana?”

JAKARTA,Tribunriau- Pengamat ekonomi di Media Hong Kong, South China Morning Post, Jake Van Der Kamp pada 1 Mei lalu mengkritik pernyataan Presiden Jokowi yang mengklaim Indonesia berada di Peringkat Ketiga di Dunia dalam hal pertumbungan Ekonomi.

“Ketiga di dunia, benarkah? Dunia yang mana?” kata dia.

Menurut perhitungan Van Der Kamp, setidaknya di Asia sendiri ada 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui 5,02 persen Indonesia.

“Mereka adalah India (7,5), Laos (7,4), Myanmar (7,3), Kamboja (7,2), Bangladesh (7,1), Filipina (6.9), China (6,7) Vietnam (6,2), Pakistan (5,7), Mongolia (5,5), Palau (5,5), Timor-Leste (5,5) dan Papua Nugini (5,4),” tulis Jake Van Der Kamp.

Lantas Van Der Kamp mengerucutkan lagi perhitungannya berdasarkan negara-negara dengan jumlah populasi 200 juta orang, untuk menyandingkannya dengan Indonesia.

Hasilnya, ada enam negara di dunia yang angka pertumbuhan ekonominya di atas Indonesia. Artinya, Indonesia tidak ada di posisi ketiga dunia.

“Dalam hal pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada di posisi bontot dari keenam negara, di bawah India, China dan Pakistan,” ujar Van Der Kamp.

Dikerucutkan lagi menjadi negara dengan populasi 100 juta orang, tetap saja Indonesia tidak ada di posisi ketiga. Van Der Kamp lantas menyindir Jokowi.

“Bagus, Joko. Jangan biarkan fakta menghalangi cerita yang bagus,” kata Van Der Kamp.

Beberapa kali Jokowi mengatakan Indonesia ada di posisi ketiga dunia, salah satunya ketika membuka Kongres Ekonomi Umat 2017 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (22/4).

“Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5,02 persen. Ini patut kita syukuri dan kalau kita bandingkan dengan negara lain, kita di peringkat ketiga setelah India dan Tiongkok, tetapi yang perlu dilihat lebih detil, pertumbuhan ekonomi 5,02 persen itu yang menikmati siapa?,” kata Jokowi kala itu.

Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5,02 persen. Ini patut kita syukuri dan kalau kita bandingkan dengan negara lain, kita di peringkat ketiga setelah India dan Tiongkok, tetapi yang perlu dilihat lebih detil, pertumbuhan ekonomi 5,02 persen itu yang menikmati siapa?,” kata Jokowi kala itu.

Berdasarkan laporan tahunan G20, Indonesia memang berada dalam posisi ketiga setelah China dan India. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Februari lalu, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 tercatat 5,02 persen, lebih tinggi dibanding pada 2015 sebesar 4,88 persen.

Menutup tulisannya, Van Der Kamp “berterima kasih” kepada Jokowi, tentunya dalam bentuk satir.

“Terima kasih untuk pertunjukannya, Joko. Tapi kau sebaiknya punya hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada membual soal GDP yang konyol,” kata Van Der Kamp. (krc/red)