Ekonomi Kisruh THR, “Jangan Hanya Pesan dan Kunjungan”

Kisruh THR, “Jangan Hanya Pesan dan Kunjungan”

10
BERBAGI

BENGKALIS, Tribunriau- Permasalahan Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap buruh atau karyawan tak dapat diselesaikan hanya dengan kunjungan maupun pesan dari pemerintah.

Demikian dikatakan Bobson Samsir Simbolon, Kabidkumham SBRI Duri kepada wartawan, Minggu (11/6/17).

“Masalah ini yang sangat berbahaya bukan pada saat sebelum hari raya, akan tetapi berbahaya setelah hari raya nanti. sudah banyak yang menjadi korban THR tidak dibayar, khususnya Kaum Buruh di sektor MIGAS. Bahkan, THR tahun 2015 dan 2016 masih ada yang belum dibayar sampai saat ini,” ujarnya menambahkan.

Ketika THR tahun 2017 ini tidak dibayar, lanjutnya, apakah Pemerintah Kabupaten Bengkalis mampu memberikan sanksi tegas terhadap Perusahaan Penghisap Darah Buruh itu?, berkaca dari tahun lalu, sudah hampir ratusan kali Pemkab selalu menampilkan opera peduli buruh, namun sampai saat ini semuanya diam tanpa hasil

“Kita masih ingat bagaimana Bupati menyikapi masalah kawan-kawan Satpam yang tidak dipekerjakan lagi oleh perusahaan yang bersangkutan. pernah diadakan pertemuan langsung antara Bupati dengan PT. CPI, bahkan sudah dibentuk team terpadu, tapi hasilnya tidak ada sama sekali. kaum buruh hanya dijadikan sarana pencitraan, kaum buruh hanya dijadikan guyonan para penguasa,” paparnya.

Sementara itu, kepahitan dan penindasan yang dirasakan kaum buruh semakin kronis ditambah dengan acuhnya Pemkab Bengkalis dengan kronisnya kondisi Kaum buruh dan keluarganya. keacuhan itu terbukti dengan tidak adanya kepedulian terhadap pengaduan kaum buruh yang lansung disampaikan kepada Bupati Bengkalis beberapa waktu lalu.

“Sayangnya lagi, sudah ratusan kaum buruh buat pengaduan, tapi yang terjadi hanya pertemuan dan silahturahmi, penderitaan dan penindasan kaum Buruh sama sekali tidak teratasi. Negeri ku Tanah Bertuah, Negeri yang Kaya Raya, Kaum Buruh masih tersiksa, bahkan lebih buruk dari zaman ROMUSA!,” ujar Bobson.

Dilanjutkan Bobson, ketika aktivis buruh garang bersuara, jeratan pidana sudah disiapkan. namun hal itu sudah mereka buktikan bahwa sekalipun tali jebakan atas nama pidana disematkan dileher mereka, sejengkalpun mereka tidak akan pernah mundur. puluhan acara sidang pidana sudah di lalui, hingga akhirnya pedang keadilan memutus tali jebakan yang tersemat dileher mereka, palu Hakim memutus Aktivis Buruh itu Bebas dari segala tuntutan Hukum

“Mereka tidak akan menjadi orang yang pembeci dan pendendam, tetapi akan semakin kuat dan garang untuk menghabisi upaya dan tindakan untuk memperbudak dan menindas Kaum Buruh, saatnya bergandeng tangan kembali, menghapus air mata yang terurai deras selama ini, saatnya membalut luka yang berdarah selama ini.lebih baik mati kerana berjuang dari pada hidup tapi berduka,” tutupnya dengan tegas. (fri)