Lingkungan Kebakaran Lahan di Meranti Paling Luas, Hingga Kini Belum Ada Tersangka

Kebakaran Lahan di Meranti Paling Luas, Hingga Kini Belum Ada Tersangka

12
BERBAGI

PEKANBARU, Tribunriau – Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalami kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2018 ini. Luasnya kini telah mencapai 233 hektare dari 13 kejadian yang ada di setiap Kabupaten.

Namun, tidak semua Kabupaten di Riau yang mengalami Karhutla. Karhutla hanya terjadi di wilayah Dumai, Meranti, Siak, Inhu, Pelalawan dan Rohul. Meski demikian, polisi telah memberikan garis Polis di daerah kebakaran.

“Data ini dimulai sejak bulan Januari hingga Febuari 2018. Dari 13 kejadian yang ada,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada media, Kamis (22/2/2018).

Menurut Guntur, kebakaran yang terjadi saat ini berada di lahan perorangan. Bukan lahan perusahaan, tapi imbas dari kebakaran tersebut telah merambat ke lahan korporasi.

“Lahan yang terbakar merupakan milik perorangan. Bukan perusahaan,” tegas Guntur.

Lebih lanjut Guntur menjelaskan secara gamblang bahwa dari 13 kejadian lahan yang yang terbakar, polisi telah melakukan tugasnya dengan baik. Terbukti 3 kejadian masuk dalam tahap penyidikan, sisanya masih dalam penyelidikan.

“Di Kabupaten Meranti luas lahan terbakar yang terbesar saat ini, luasnya hampir 130 hektare yang terbakar. Sudah termasuk lahan PT. NSP 50 hektare yang terkena imbasnya,” sambung Guntur.

Kabupaten Meranti merupakan lahan paling luas terbakar saat ini. Polda Riau sendiri telah memetakan wilayah selama bulan Januari hingga akhir Febuari 2018 dari 13 kejadian setiap Kabupatennya.

“Kita masih melakukan penyelidikan dilahan milik PT. NSP. Sementara untuk tersangkanya sendiri, kita belum menemukannya,” singkat Guntur. (hrc)