Semesta Riau Kakanwil Kemenkumham Riau Pastikan Tidak Ada Lapas “Mewah” di Riau

Kakanwil Kemenkumham Riau Pastikan Tidak Ada Lapas “Mewah” di Riau

8
BERBAGI
Kakanwil Kemenkumham Riau didampingi Kalapas Kalas II Pasir Pangaraian, M Lukman, meninjau sejumlah kamar napi dan tahanan lapas untuk melihat apakah ada kamar mewah dalam lapas.
Kakanwil Kemenkumham Riau didampingi Kalapas Kalas II Pasir Pangaraian, M Lukman, meninjau sejumlah kamar napi dan tahanan lapas untuk melihat apakah ada kamar mewah dalam lapas.

ROKAN HULU,Tribun Riau- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Riau Muhamad Diah SH.MH, memastikan tidak ada “lapas mewah” di seluruh lapas dan rutan di provinsi Riau.

Ditegaskan Kakanwil, kejadian di Lapas Sukamiskin Jawa Barat, tidak bisa disamakan dengan Lapas di daerah lainnya. Pasca kejadian Sukamiskin, dirinya sudah turun dan memastikan tidak ada satupun Lapas atau Rutan di Riau yang memiliki “Kamar Mewah”.

“Hingga kini saya tidak menemukan ada lapas di Riau yang terdapat kamar Mewah” tegas kakanwil Kemenkumham Riau, saat melakukan Monitoring ke lapas kelas II B Pasir Pangaraian, Selasa (7/8/2018) kemarin.

Di kunjungan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Riau juga meninjau ke kamar tahanan Tipikor di lapas untuk memastikan tidak adanya “kamar mewah” di lapas kelas II B Pasir Pangaraian.

Bahkan saat meninjau kamar tahanan Tipikor, Kakanwil mendapati tahanan tipikor, berada satu sel dengan 41 warga binaan kasus pidana umum. Selain meninjau tahanan Tipikor, Kakanwil juga meninjau beberapa kamar tahanan lain, yang dipadati warga binaan.

Kakanwil menemui para warga binaan yang sedang membuat kerajinan tangan. Dirinya juga berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan para warga binaan.

“Bagus sekali kerajinan tangannya, ini harus terus diasah selama berada di sini, paling tidak untuk membunuh waktu, dan menambah pendapatan jugakan,” ucap Kakanwil kepada warga binaan.

Kakanwil menyatakan, inilah gambaran Lapas di Riau sesungguhnya. Jangankan kamar mewah, kondisi lapas di Riau saat ini mengalami kondisi over kapasitas bahkan untuk Narapindan korupsi

“Jangankan kamar mewah, satu kamar saja mereka harus berdesak-desakan, bahkan napi Tipikor pun harus digabung dengan warga binaan lainnya,” katanya.

Lapas Narkoba Bakal Kurangi Overload di Lapas dan Rutan di Riau

Dengan kondisi dan Rumah Tahanan (Rutan), di Povinsi Riau, kondisinya sangat memprihatinkan. dari 13 Lapas dan 3 cabang Rutan di Provinsi Riau, kondisinya mengalami Over Kapasitas.

Kemudian, salah satu contoh Lapas yang mengalami Over Kapasitas di Provinsi Riau, adalah Lapas Kelas II B Pasirpengaraian, yang berada di jalan pengayoman, Kabupaten Rohul-Riau.

Dari 176 Kapasitas Hunian di lapas ini, Lapas tersebit sudah mengalami over kapasitas hingga 450 Persen, dimana jumlah Warga Binaan dan Tahanan dilapas ini mencapai 813 orang dimana didominasi warga binaan kasus narkotika.

Itu jadi keprihatinan bagi Kepala Kantor Wilayah (kaKanwil) Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Riau, M. Diah SH.MH saat monitoring ke lapas kelas II B Pasir Pangaraian, Selasa (7/8/2018).

Walaupun alami over Kapasitas, Kakanwil tetap berikan Apresiasi kepada Kalapas Kelas II B Pasirpengaraian yang dianggap mampu menjaga kondusifitas lapas ini meski ditengah keterbasan petugas, dan kondisi padatnya jumlah Warga Binaan.

Warga Binaan Ikuti Istigosah dan Doa Bersama Untuk Bangsa.

Kemudian di sela-sela kjunjungan Kakanwil Kemenkumham Riau ke Lapas Klas II B Pasir Pangaraian, selain monitoring juga melihat dan ikut bersama ratusan Warga Binaan di Istigosah dan Doa Bersama, yang digelar pihak Lapas.

Kegiatan tersebut juga Kalapas Kelas II B pasir Pangariaan M Lukman, Kasat Binmas Polres Rohul, serta sejumlah tokoh agama di Rohul. Istigosah dan doa bersama digelar khidmat. Lantunan Salawat, Dzikir, Tahlil dan Tahmid berkumandang di langit Lapas. Do’a juga dikumandangkan untuk mendoakan bangsa, agar selalu tetap dianugrahi kerukunan, Toleransi, Kebersamaan dan Keamanan. tak hanya itu, Warga Binaan juga turut Mendo’akan Korban Gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), agar tetap diberikan kekuatan dalam melalui musibah.

Kalapas Kelas II B pasir Pengaraian Muhamad Lukman mengatakan, Kegiatan Istogozah dan doa bersama ini adalah bagian dari Memeriahakan peringatan HUT RI ke 73. selain itu kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Pembinaan kepada warga binaan di lapas kelas II B Pasir Pangaraian.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan warga binaan. bersempena HUT RI ke 73, warga binaan ingin mendoaakan bangsa serta ikut mendoakan Korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB),” jelas M.Lukman.

Di Istighossah dan doa nersama untuk bangsa, juga dapat apresiasi dari Kakanwil Kemenkumham Riau M.Diah. menurutnya kegiatan ini sangat baik dalam rangka usaha pembinan kepada warga binaan.

“Mengapa warga binaan berada di lapas atau rutan, jawabanya karena sebagian besar dari mereka mengalami kekosongan rohani. Melalui kegiatan istighosah adalah bagian dari pengisian dan memenuhi rohani Warga binaan yang masih dalam keadaan kosong.” ujar Kakanwil. (mad)