Hukrim Ini Dugaan Motif Duel Maut Pasutri di Bonai

Ini Dugaan Motif Duel Maut Pasutri di Bonai

1039
BERBAGI
Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si.
Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si.

ROKAN HULU,Tribun Riau- Hingga kini, Polres Rokan Hulu (Rohul) masih menyelidiki duel maut hingga tewas pasangan suami istri (Pasutri), di rumahnya Dusun III Akasia Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam‎, Kabupaten Rohul.

Awal perkelahian‎ pasutri, Aniadi Waruhu dengan istrinya Avedi Zebua terjadi Senin (8/10/2018) sekitar pukul 02.00 dinihari, berawal cekcok mulut. Pasutri tersebut, kemudian ditemukan warga dan polisi sudah tewas bersimbah darah di dalam rumah mereka.

‎”Dari laporan anggota di lapangan dan hasil penyelidikan, motifnya sementara ini karena asmara,” terang Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si, di Mapolres, Selasa (9/10/2018).

Kapolres ‎AKBP M. Hasyim mengatakan, kini polisi masih lakukan penyelidikan kejadian tersebut, karena sepasang suami istri tersebut sama-sama sudah tidak bernyawa lagi.

“Kita masih perlu lagi menemukan alat bukti yang lainnya,” kata Kapolres Rohul, dan diakuinya pihaknya masih menunggu laporan dari anggota.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH, SIK mengaku, satuannya bersama Tim Identifikasi Polres Rohul dan Polsek Bonai Darussalam‎ telah melakukan olah TKP ke rumah korban di Desa Kasang Padang yang jaraknya sekitar 2 jam dari Polsek, karena masuk lagi ke areal perkebunan.

Ketika dilakukan olah TKP dan dari keterangan saksi di lapangan, motif pertengkaran Pasutri sudah lama bahkan sudah berulang kali terjadi.

“Saat itu, sempat suaminya menghubungi anaknya yang sudah menikah dan tinggal di luar Riau. Kalau dia tidak diterima kembali berjumpa dengan istrinya, atau dalam bahasanya rujuklah, ‎kalau dia tidak yang mati atau sama-sama mati,” tegas AKP Harry.

Ketika kejadian ucap AKP Harry, ada 3 anak korban di dalam rumah, paling kecil berusia 5 tahun sedang sakit,‎ usia 11 tahun, dan 12 tahun. Ketiganya juga sudah dimintai keterangan.

Dari keterangan dari anak korban, Senin dini hari, ayahnya datang ke rumah dan sempat terjadi pertengkaran di dalam rumah. Saat pertengkaran, Aniadi Waruhu sempat menganiaya istrinya Avedi Zebua, sebelum menikamkan sebilah pisau ke bagian perut sang isteri.

“‎Melihat hal itu, anaknya langsung keluar, jadi tidak melihat lagi apakah ada perebutan (pisau) atau tidak, tapi intinya di dalam rumah itu ada dua orang,” sebut AKP Harry.

Disaat kejadian, anaknya keluar memanggil tetangga. Tetangganya semua keluar namun tidak ada yang berani masuk ke dalam, karena si suami saat itu masih memegang pisau.

Pengakuan warga, kedua korban belum resmi bercerai, dan baru sebatas pisah ranjang. Keduanya pisah rumah karena istri sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya.

Saat ditanya apakah ada indikasi si suami bunuh diri setelah menikam istrinya hingga tewas, Kasat Reskrim Polres Rohul mengaku polisi belum mengarah kesana.

“Bila keterangan sementara dari dokter, lukanya bukan luka vertikal namun menyamping (horizontal), namun ada tiga tusukan,” terang AKP Harry lagi.

“Indikasi masih kita dalami, bahwa saksinya yang melihat sendiri ada tiga orang‎ (anak korban),” ucap AKP Harry.

Kemudian dari olah TKP jelas AKP Harry, polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti 1 bilah pisau ditemukan dekat mayat si suami, tas berisi pakaian milik suami yang ditemukan di belakang rumah, sepasang sepatu kerja dan sepasang sandal jepit. (mad)