Hukrim Hampir 1 Bulan, Keluarga Korban Pencabulan di Rupat Menunggu Keadilan

Hampir 1 Bulan, Keluarga Korban Pencabulan di Rupat Menunggu Keadilan

BERBAGI
Keluarga Korban Pencabulan di Rupat Menunggu Keadilan
Ilustrasi Pencabulan (sumber:net)

RUPAT, Tribunriau- Hampir 1 bulan telah berlalu sejak 31 Maret 2022 lalu membuat laporan ke Polsek Batu Panjang, Keluarga korban pencabulan di Rupat, Bengkalis ini menunggu keadilan.

Sebut saja Bunga (14) warga Teluk Tungku Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang masih duduk di bangku SMP itu diduga mengalami tindakan pencabulan oleh tetangganya sendiri berinisial AR (38).

Laporan tersebut juga dibenarkan oleh Kapolsek Rupat AKP Syaidina Ali, SH melalui Kanit Reskrim IPDA Arifin melalui sambungan telepon genggamnya.

“Laporan dari Ayah korban sudah diterima, saat ini pelaku masih dalam pencarian” ujarnya, Minggu (24/4).

Ayah Korban KR (42), kepada awak media ini menyampaikan bahwa setelah membuat laporan serta visum terhadap anaknya, ia tidak melihat adanya kedatangan pihak Kepolisian ke TKP.

“Surat visum dengan mereka (Kepolisian, red) dan sampai pelaku sudah melarikan diri, saya tidak pernah melihat polisi datang ke TKP,” ujar ayah Korban.

Diceritakan KR, kejadian naas itu diketahui pada tanggal 30 Maret 2022 pukul 23.00 WIB, saat itu Bunga menceritakan kepada ayahnya terkait pencabulan yang dialaminya.

Dijelaskannya, pada hari Jumat, 25 Maret 2022 lalu, ketika ia dan istrinya tidak berada di rumah, pelaku datang dan memberi uang 5 ribu kepada tiga adik korban untuk jajan, alhasil tinggallah korban seorang diri yang juga sedang sakit demam.

Karena kondisi dirasa cukup aman, pelaku langsung melakukan aksi bejatnya.

Sempat ada perlawanan dari korban, karena kekuatan yang jauh tidak seimbang, pelaku pun berhasil merenggut kesucian Bunga.

Namun, hari itu tak memuaskan pelaku, selang dua hari berikutnya, pelaku juga mengulangi perbuatannya.

Ketika ayah korban bertanya kepada Bunga mengapa hal ini baru dilaporkan, Bunga mengatakan bahwa tak ingin ayahnya berkelahi dengan pelaku.

Mengetahui cerita anaknya tersebut, Ayah korban beserta keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

Ditambahkan ayah korban, usai pelaku melarikan diri, didapati informasi bahwa tanah dan rumah pelaku sudah terjual.

Kepada Desa Darul Aman, Pramujo Rosyid, SHI ketika dimintai tanggapan mengatakan kasus tersebut sudah pernah dimediasikan di tingkat RT/RW dan Dusun, namun tidak ada titik temu.

“Itu sudah masuk tahapan laporan ke pihak Berwenang dan tentunya sudah ada tindak lanjutnya,” ungkap Kades Pramujo.

Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain