ROKAN HULU, Tribun Riau- Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), membangun lapangan sepak bola berstandar Federation of International Football Association (FIFA) seperti di Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasik Malaya, Jawa Barat.
Nantinya, dalam pembangunan sepak bola standar FIFA yang tidak jauh dari SD Negeri 009 Pendalian IV Koto, Pemerintah Desa Pendalian gunakan dana bantuan bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019. Di tahap awal, kini sudah dibangun tribun penonton menelan dana ADD sekitar Rp 700 juta.
Kemudian, rencananya pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA ditandai dengan rapat di Kantor Desa Pendalian, Minggu (11/11/2018), dihadiri Camat Pendalian IV Koto Almis, Kades Pendalian Mulyadi, serta hadirkan Kades Cisayong Tasikmalaya Yudi Cahyudin, dan perwakilan dari PT. Harapan Jaya Lestari Group, dihadiri puluhan masyarakat setempat.
Dikatakan Kades Pendalian Mulyadi, alasan pertama pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA bersumber dari ADD karena ada potensi sumber daya manusia (SDM), dimana sejumlah putra daerah setempat telah berprestasi di bidang sepak bola di level daerah hingga liga nasional.
Kemudian, selain dijadikan sebagai lapangan Sekolah Sepak Bola, lapangan sepak bola di Desa Pendalian yang berstandar FIFA tersebut, nantinya juga diharapkan dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Kata Mulyadi, dirinya berharap lapangan sepak bola tersebut menjadi ikon bagi Desa Pendalian hingga dikenal khalayak, seperti lapangan sepak bola Sakti Lodaya di Desa Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat yang menelan dana sekira Rp 1,4 miliar.
Sebutnya, bahwa rencana pembangunan lapangan sepak bola standar nasional sudah tiga tahun lalu, namun saat itu terbentur ketersediaan tenaga ahli, karena pembangunan membutuhkan dana yang tak sedikit.
“Kita langsung undang pak Kades Cisayong, sehingga masyarakat bisa mendengar langsung bagaimana proses perencanaan, pembiayaan, pengelolaan dan pemanfaatan,” jelas Mulyadi.
Menurutnya, berapa besaran dana diperlukan untuk membangun lapangan sepak bola berstandar FIFA di Desa Pendalian, Mulyadi menyatakan, bahwa biaya tentunya disesuaikan dengan harga material setempat.
Sebut Mulyadi, bahwa pembangunan lapangan sepak bola juga didukung oleh elemen masyarakat di Desa Pendalian, termasuk Pemerintah Kecamatan Pendalian IV Koto.
“Sebenarnya perencanaan kita sudah tiga tahun yang lalu, namun kita terbentur tidak mempunyai tenaga yang ahli untuk merencanakan sebuah lapangan yang standar (FIFA),” kata Mulyadi.
Kemudian, selain pembangunan tribun penonton, di APBDes tahun anggaran 2019 akan langsung aksen setelah dinyatakan sesuai prosedur, serta mendapatkan disetujui dari seluruh pihak terkait.
Bahkan Mulyadi menargetkan, lapangan sepak bola ini selesai dalam satu tahun anggaran ADD 2019. Namun jika bugdet mencukupi, dan tentunya akan dilanjutkan di tahun berikutnya.
Kades Cisayong Yudi Cahyudin mengatakan, sebelum membangun tentunya harus ada persetujuan dari masyarakat. Lapangan sepak bola Lodaya Desa Cisayong yang dikelola oleh BUMDesa bertujuan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.
Kemudian, lapangan sepak bola Lodaya Desa Cisayong juga dikomersilkan untuk umum, dengan sekali sewa Rp 1 juta. Sampai Januari 2019, jadwal pesan sewa lapangan sudah penuh.
Sebut Yudi, klub sepak bola nasional Persib Bandung juga pernah mengontak lapangannya, namun pihak desa belum deal karena mereka belum punya tribun penonton. Sementara waktu, desa Cisayong baru bisa menerima klub-klub biasa.
Kemudian, selain dikomersilkan, lapangan sepak bola Lodaya Desa Cisayong yang sempat viral di media sosial juga digunakan untuk Sekolah Sepak Bola anak-anak sekitar yang dikelola oleh Yayasan Sakti Lodaya.
Yudi berharap, bila jadi dibangun lapangan sepak bola bertaraf internasional di Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto menjadi ikon bagi desa dan daerah setempat, karena menjadi yang pertama di pulau Sumatera, sebagai lapangan dibangun memakai bantuan ADD.
Sikapi hal itu, Camat Pendalian IV Koto, Almis, dirinya menyatakan ikut mendukung penuh rencana Pemerintah Desa Pendalian yang akan membangun lapangan sepak bola standar FIFA, selama sesuai Undang-Undang Desa, termasuk penggunaan ADD untuk membangun sarana olahraga atau Sorga.
“Kami sangat mendukung, karena masyarakat Pendalian sendiri SDM sepak bola sangat memadai, baik di level kabupaten dan provinsi,” kata Almis, dan mengakui ada dua putra Pendalian yang memperkuat tim PSPS Pekanbaru yang dibanggakan masyarakat Riau.
“Kita mendukung, asal saja pelaksanaannya sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan masyarakat sendiri sangat menerima apa yang digagas oleh bapak Kades Pendalian itu sendiri,” sebut Camat Pendalian IV Koto.
Almis juga mengaku, di setiap desa di Kecamatan Pendalian IV Koto sudah mempunyai lapangan sepak bola, namun baru Desa Pendalian yang berniat bangun lapangan bertaraf internasional. (mad)











