Endah Kumala Sari: Kita Utamakan Kedisiplinan Karakter Siswa

SMK 5 Batam, Kepulauan Riau

0
Siswa SMK 5 saat mengikuti latihan baris berbaris
Siswa SMK 5 saat mengikuti latihan baris berbaris

BATAM, Tribun Riau- Maraknya penggunaan handphone (hp) berbasis android, khususnya di kalangan siswa-siswi, ternyata ada berefek negatif terhadap lingkungan sekolah.

Terutama pada jam belajar, siswa-siswi lebih tertarik melihat ponsel cerdasnya daripada memperhatikan guru yang sedang mengajar.

Hal tersebut dikatakan Endah Kumala Sari, guru bidang kesiswaan SMK 5 Batam kepada Tribunriau.com di ruang kerjanya, Senin (15/10/2018) lalu.

Dikatakannya, selain masalah bolos dan merokok, trend penggunaan ponsel cerdas ternyata cukup mengganggu proses belajar siswa. Parahnya lagi, juga terdapat beberapa siswa yang memalsukan data remedial. Pihaknya kini tengah berupaya keras agar kedisiplinan siswa-siswi di SMK 5 ini dapat terus ditingkatkan.
“Kita disiplinkan siswa secara berjenjang,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari 1700 siswa-siswa di SMK 5, terdapat lebih kurang 200 siswa yang setiap bulannya melanggar disiplin sekolah. Sanksi yang diberikan kepada siswa juga bertingkat, mulai dari teguran, pembinaan hingga sanksi yang akan diberikan oleh pihak manajemen sekolah.

“Anak-anak yang standar kasusnya masuk dalam pelanggaran kesiswaan, kita tangani secara berjenjang, ketika siswa itu melanggar, proses pertama, teguran dari wali kelas, diadakan pembinaan 3 kali, dipanggil orang tua siswa, diproses kemudian naik lagi ke tingkat berikutnya, kalau siswa juga tidak disiplin, naik ke tikat Kabeng dan Kaprodik, baru masuk ke tingkat kesiswaan dan manejemen Sekolah serta kepala sekolah,” jelasnya.

Karena latar belakang siswa-siswa yang bermasalah tersebut berbeda-beda, lanjut Endah, pihaknya juga memberikan sentuhan dari sisi rohani yang berbeda-beda, tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan TNI dalam hal latihan fisik untuk membentuk karakter kedisiplinan.

“Dengan sistem sentuhan dan disiplin sanksi yang kita terapkan, kenakalan siswa sudah berkurang secara signifikan, yang terlambat masuk sekolah sudah berkurang yang bolos sekolah juga berkurang, mereka takut, daripada didisiplinkan, lebih baik disiplin dahululah, SMK 5 memang secara akademk, dengan berbagai macam prestasi, tapi dari sisi yang lain hal yang terbaik itu mendidik anak supaya memiliki disiplin, SMK sesuai dengan tujuanya dibutuhkan di dunia kerja, selain dari sisi akademik, dari sisi kedisiplinan juga harus diutamakan. Untuk pembangunan karakter dan kesuksesan siswa,” pungkasnya. (PILIAN)