Dilunasi Tunggakan Listrik, Dipaksa Ganti Meteran Token

0

Bengkalis, Tribunriau – Kesal rasanya dialami konsumen PLN Duri, karena keterlambatan membayar tagihan rekening listrik, hubungan arus listrik diputus oleh pihak PLN Duri, dengan cara mengambil MCB meteran listrik di rumah konsumen, sehingga arus listrik di rumah konsumen padam seluruhnya.

Hal ini terjadi dirumah konsumen atas nama J.Turnip warga Sebanga, dan Saragi warga Jl.Harapan Baru Sebanga, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (05/03/2020).

Menurut keterangan J.Turnip pada media ini, bahwa dia sejak pagi sudah keluar dari rumah untuk beraktifitas, lalu sekitar pukul 14.30 Wib mendapat telepon dari istrinya, bahwa tadi siang pihak PLN Duri telah datang ke rumahnya dengan tujuan memutuskan aliran listrik dengan cara mengambil MCB dari meteran, karena menunggak bayar tagihan rekening listrik bulan Februari.Ironisnya, surat teguran dari pihak PLN Duri diserahkan pada saat itu, bukan ada diserahkan pada hari sebelumnya.Sehingga membuat J.Turnip sekeluarga terkejut dan marah.

“Walaupun demikian, saya menahan emosi, saya mendatangi kantor PLN Duri dan memberitahukan kejadian sebenarnya, tetapi jawabannya harus melunasi tunggakan rekening listrik saya.Namun, setelah saya bayar tunggakan tersebut, pihak PLN Duri tidak bersedia memasang kembali MCB yang sudah diambil.Malahan, dipaksa mengganti dari sistem rekening listrik perbulan menjadi sistem token (pulsa kartu prabayar).Darah saya seperti mendidih rasanya,” ucap Turnip dengan geram.

Begitu pula ditimpali Saragi, merasa dipaksa pihak PLN Duri mengganti sistem pembayaran rekening listrik perbulan menjadi sistem token (kartu pulsa prabayar, dengan membeli beberapa materai Rp.6000 untuk ditandatangani di formulir yang telah dipersiapkan oleh pihak PLN Duri dan membayar Rp.20.000.Dimana pada saat pemutusan hubungan arus listrik di rumah Saragi, tidak ada surat pemberitahuan teguran diberikan sebelumnya.Dan tidak ada orang dirumah pada saat itu.

” Ini kita kalau ke kantor PLN ada tertulis, tamu wajib lapor, nah mereka memasuki area rumah saya dan memutuskan hubungan arus listrik seenaknya saja tanpa permisi.Kalau saya melihat mereka pas mengambil MCB meteran listrik saya dengan tanpa permisi, mungkin entah apa yang terjadi,” ujar Saragi dengan nada marah.

“Ini saya tunggu disini, saya maulihat apa mereka mau memasang kembali apa yang mereka ambil tadi.Karena di surat pemberitahuan/ teguran yang saya dapatkan tadi siang, ada tertulis kalau tunggakan sudah dibayar abaikan saja semua ini.Nah sekarang lain pula lagi, disuruh saya bayar lagi untuk ganti ke token, ya..saya tak mau lah, makanya saya masih disin untuk menunggu menejernya datang, mau saya minta penjelasannya,” ungkap Saragi.

Sementara keterangan dari bagian pelayanan PLN Duri Andika Rivaldo mengatakan, bahwa hal itu sudah menjadi ketentuan dari PLN, bagi konsumen yang menunggak bayar perbulan sampai dua bulan diwajibkan ganti sistem token/pulsa.Dan bagi konsumen kalau tidak mau meterannya diganti dengan sistem token/pulsa, diharuskan membayar rekening listrik tiap bulan dari tanggal 1 sampai 20.

“Peraturannya ada di ruang depan pak bisa dibaca dan difoto sebagai dokumen, dan sudah disosialisasikan sejak tahun 2017 dengan mendapat dukungan Bupati Bengkalis untuk melaksanakan program kami,” kata Andika.(jlr).