Jakarta –
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf meminta kepala sekolah (Kepsek) memberikan pembinaan kepada guru yang merekam siswa SD yang sedang di-bully di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dede Yusuf menegaskan guru harusnya melindungi siswanya.
“Guru harusnya tidak mem-bully. Harusnya menjadi pelindung dan pengayom bagi anak. Ini yang musti ditegur adalah gurunya,” kata Dede Yusuf kepada wartawan, Senin (1/11/2021).
Dede mengatakan pembinaan perlu dilakukan kepada guru yang merekam siswa saat di-bully itu. Pembinaan itu, kata Dede Yusuf adalah tanggung jawab kepada sekolah.
“Saya rasa pembinaan saat ini lebih dibutuhkan. Penanggung jawab pertama adalah Kepsek,” kata dia.
Politikus Partai Demokrat itu berharap tak ada lagi guru yang ikut merundung siswanya. Sebab, peristiwa itu akan membuat siswa mengalami trauma.
“Kita berharap kejadian ini tidak diulang oleh guru dimana pun, yang bisa membuat siswa trauma. Jadi sekolah dan Kepsek punya tanggungjawab juga membina guru,” ujar Dede Yusuf.
Siswa SD Di-bully Guru dan Siswa
Sebelumnya, viral di media sosial seorang siswi sekolah dasar (SD) yang disebut tidak bisa menjawab soal dari guru di-bully oleh guru dan teman-temannya di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bahkan, video viral tersebut sengaja direkam oleh guru dan disebar di media sosial.
Dalam video viral berdurasi 47 detik tampak seorang siswi SD menangis di depan pintu kelas sembari menutup mukanya dengan tangan. Kemudian terdengar suara pria yang diduga guru dari siswi tersebut.
“Jangko (jangan) tertawa,” ujar suara pria itu meminta para murid yang menertawai siswi tersebut untuk tidak menertawai rekannya.
Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.
Sumber: DetikNews











