Beda Data dengan Pemerintah, Peneliti: Kapitan Pattimura Punya Istri-Anak

Jakarta – Menurut catatan sejarah yang diakui pemerintah, Kapitan Pattimura tewas di tiang gantungan Belanda sebelum sempat menikah dan punya anak. Namun menurut peneliti dari Universitas Pattimura (Unpatti), Kapitan Pattimura punya anak-istri sebelum tewas.

Heppy Leunard Lelapary adalah dosen Unpatti Ambon yang meneliti sejarah Kapitan Pattimura dari Negeri Hulaliu, Pulau Haruku, Maluku. Lokasi negeri (sebutan ‘desa’ dalam bahasa setempat) tempat Kapitan Pattimura berasal bukan di Haria, Pulau Saparua, Maluku, sebagaimana catatan sejarah yang selama ini diakui pemerintah, melainkan di Hulaliu, Pulau Haruku.

“Ada penemuan bukti di Negeri Hulalui, Pulau Haruku. Itu adalah catatan baptisan tahun 18 Oktober 1816 (anak pertama bernama Asaf). Di situ tertulis anak-anak Thomas Matulessy yang dibaptis di tahun itu,” kata Heppy Leunard Lelapary kepada detikcom, Kamis (7/7/2022).

Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)

Catatan baptisan itu tersimpan di Perpustakaan Kantor Klasis GPM Pulau Pulau Lease di Tiouw Kecamatan Saparua. Catatan itu memang berupa berkas-berkas salinan diperkirakan dari masa era pasca-kemerdekaan, bukan asli dari era penjajah Belanda. Namun demikian, salinan itu berasal dari era terdahulu yakni Abad 19 saat anak-anak Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) dibaptis secara Kristen Protestan.

Naskah salinan baptisan ini menyalin nama Thomas Matulessy sebagai Thomas Lessiputty. Soalnya usai Thomas Matulessy dihukum gantung oleh Belanda pada 1817, marga Matulessy sempat dipersekusi-diskriminasi oleh pihak pemerintahan penjajah Belanda sampai 1920. Maka pada rentang waktu itu, keluarga Matulessy mengganti marga menjadi Lessiputty. Barulah pada 1920, mereka mengembalikan marga mereka menjadi Matulessy.

Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessi, dokumen dari keluarga di Hulaliu, Saparua. (Dok Thomas Matulessy)Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessi, dokumen dari keluarga di Hulaliu, Saparua. (Dok Thomas Matulessy)

Thomas Matulessy punya istri bernama Maria Taihuttu dan punya tiga putra, yakni Huapati bernama baptis Asaf; Risamena bernama baptis Matheus; dan Benjamin.

Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)

Keturunan Thomas Matulessy masih hidup sampai sekarang dan meminta pemerintah RI meluruskan sejarah. Soalnya, keturunan Pattimura yang diakui pemerintah saat ini adalah keturunan yang diklaim berasal dari anak-cucu saudara kandung Pattimura lantaran Pattimura sendiri dianggap tidak pernah punya anak. Keturunan Pattimura yang menjadi ahli waris Pattimura saat ini berasal dari Saparua. Padahal menurut Heppy, Pattimura berasal dari Haruku.

“Bukti temua pembaptisan ini mengugurkan teori yang menyatakan Thomas digantung, mati muda (34 tahun) dan tidak menikah. Cerita itu adalah kesalahan,” kata Heppy Leunard Lelapary.

Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)Heppy Leunard Lelapary memaparkan data baptis anak-anak Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura. (Dok Heppy Leunard Lelapary)

Heppy termasuk salah satu periset dalam penelitian tahun 2018 soal Thomas Matulessy di Pulau Haruku. Penelitian itu dikawal oleh Forum Dosen Indonesia (FDI) Maluku.

Selanjutnya, Kasimilale Pattimura leluhur Thomas Matulessy disebut beragama Islam kemudian dibaptis:

Sumber: DetikNews