DURI, Tribun Riau- Bangunan Proyek Nasional Pamsimas (pengadaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) yang terletak di belakang pasar Sidomulyo jalan Lintas Medan-Pekanbaru KM 18 Air Kulim Duri, Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, diduga tak lagi difungsikan.
Kepala Desa Boncah Mahang, Romayono, S.IP ketika dikonfirmasi melalui nomor selulernya, Rabu (26/09/18) mengatakan, dirinya belum sempat mengecek langsung keberadaan bangunan proyek Pamsimas tersebut, dengan alasan sibuk.
“Belum sempat lagi saya mengeceknya, karena saya sibuk menghadiri rapat ke Bengkalis dan lainnya,” katanya.
Kemudian, ketika ditanyakan rencana kedepannya dari pemerintahan desa, ia juga menjawab belum tahu.
“Belum tahu lagi, gitu aja dulu ya saya mau ada kerjaan,” tutupnya.
Pantauan di lapangan, tampak bangunan tersebut masih utuh, ada dua ruangan dan terbuka (tidak pakai pintu), ada bak tempat penampungan air (luasnya belum diketahui). Didalam ruangan tampak kotor, banyak sampah berserakan, hal ini bisa saja orang yang tidak bertanggungjawab mempergunakan bangunan ini untuk hal-hal yang melanggar hukum seperti pemakaian narkoba atau yang lainya, karena tidak difungsikan penggunaannya oleh pemerintah setempat, dan pintunya pun terbuka
Sebelumnya ketika hal ini dikonfirmasi ke Kepala Desa Boncah Mahang Romayono, S.IP, Kamis (06/09/18) di kantornya mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui tempatnya dimana dan masalah proyek Pamsimas itu dibangun pada tahun 2012, sementara dirinya baru menjabat tahun 2017, jadi tidak ada hubungannya dengan jabatannya.
“Dimana tempatnya bangunan itu pak..? memang pernah saya dengar di KM 18 ada proyek Pamsimas. Kalau mau lebih jelas tanyakan saja langsung ke mantan Kades Sebangar M.Nasir, karena proyek itu masih di wilayah kerjanya Desa Sebangar. Sekarang setelah terjadi pemekaran desa, bangunan itu memang berada di wilayah Desa Boncah Mahang,” kata Romayono.
Sementara menurut M.Nasir selaku mantan Kades Sebangar 2 periode, terkait bangunan Pamsimas yang tidak difungsikan di KM 18 tersebut mengungkapkan, bahwa dulunya semasa zaman pemerintahannya proyek nasional Pamsimas dibangun tahun 2012 dan langsung difungsikan untuk masyarakat.
“Kalau masa saya, langsung difungsikan, banyak masyarakat yang mengambil air di situ tiap hari malah ada yang sampai mau berkelahi berebutan air. Apalagi pas musim kemarau, masyarakat mengambil air ke situ. Jadi setelah tahun 2014 terjadi pemekaran desa menjadi 6, termasuk Desa Boncah Mahang dan sudah diserahterimakan kepada Plt. Kades Boncah Mahang. Lalu saya lengser bulan Maret 2015, saya tidak tau lagi perkembangannya,” jelas Nasir.
Saat ditanyakan berapa besar anggaran dana pada waktu pembangunannya, Nasir tidak mengingatnya lagi. “Saya lupa, berapa ya..maklumlah sudah tua ini, saya tidak ingat lagi,” pungkas Nasir.(Jlr)











