Hukrim Ada Bagi-bagi Uang di Acara Sosialisasi Bawaslu Bengkalis

Ada Bagi-bagi Uang di Acara Sosialisasi Bawaslu Bengkalis

Turut Dibagikan Gantungan Kunci Bergambar Salah Seorang Caleg

164
BERBAGI
Tampak panitia membagikan amplop kepada antrian peserta selesai acara.
Tampak panitia membagikan amplop kepada antrian peserta selesai acara.

DURI, Tribun Riau – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar sosialisasi undang-undang no.7 tahun 2017 kepada masyarakat Bengkalis di Hotel Duri Eksekutif, Minggu (10/03/19).

Hadir dalam acara itu anggota Komisi II DPR RI Tabrani Maamun (sebagai narasumber yang juga caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 4. dapil Riau 1), mantan Ketua DPRD Dumai Ilyas Labay yang juga caleg DPRD Riau Partai Golkar nomor urut 5. dapil Dumai, Bengkalis, Mranti, Ketua Bawaslu Bengkalis Latif, dan segenap masyarakat utusan kelurahan/desa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang.

Ketua Bawaslu Latif dalam kata sambutannya selaku tuan rumah mengatakan, bahwa pihak Bawaslu Kabupaten Bengkalis sudah menangani 6 kasus dugaan pelanggaran UU pemilu, tetapi belum ada sampai ke pengadilan, karena hanya bersifat pelanggaran administratif.

Ia mengharapkan kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan pemberian uang 100 ribu ataupun 200 ribu untuk memilih salah satu calon, “kami dibawaslu dalam menangani dugaan pelanggan pemilu didampingi oleh satgas pemilu yang terdiri dari kepolisian dan kejaksaan.Di Riau ada 4 kasus pelanggaran masuk pidana yang ditangani Bawaslu, seperti di Meranti 2 perempuan divonis 3 bulan dan denda 6 juta, kemudian dicoret dari DPT,” ungkap Latif.

“Kami himbau kepada masyarakat Bengkalis agar menjaga tidak melanggar UU pemilu . Untuk itu, mari kita laksanakan pemilu akan datang dengan demokrasi yang jurdil,” tutupnya.

Sementara narasumber dari Komisi II DPR RI Tabrani Maamun memaparkan dan menjelaskan tentang UU No.7 tahun 2017 tentang pemilu kepada segenap peserta yang hadir.Ia mengingatkan kepada masyarakat yang hadir agar hati-hati dengan menerima uang untuk memilih caleg, “Karena yang menerima dan yang memberi sama hukumnya menurut UU pemilu yaitu, kena hukum kurungan dan denda Rp. 25 juta,” kata Tabrani.

Tabrani Maamun (kiri) dan Latif pada saat kata sambutannya
Tabrani Maamun (kiri) dan Latif pada saat kata sambutannya

Pantauan wartawan setelah usai acara, tampak panitia membagikan amplop yang diduga berisi uang kepada peserta dengan berdasarkan absensi yang berjumlah 191 orang. Salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya membuka amplop tersebut yang berisi uang Rp.150.000.

Ketika wartawan menanyakan kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis Latif tentang sumber dana kegiatan tersebut mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui masalah itu. “Karena acara ini diadakan oleh Bawaslu Pusat bekerjasama dengan DPR RI, saya pun diundang disini dan sebagai tuan rumah saya harus hadir, tanyakan saja langsung kepada utusan DPR RI tadi,” terang Latif.

Ketika wartawan mau menanyakan kepada Tabrani Maamun, dia beserta rombongan langsung pergi menaiki mobil keluar dari area hotel.

Anehnya lagi, diduga acara tersebut ditunggangi kepentingan oknum caleg. Karena diakhir acara ada pengakuan dari salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya kepada beberapa orang Panwascam yang masih berada ditempat, dibagikan berupa gantungan kunci berbentuk bulat bergambar caleg partai Golkar, yang sebelah untuk DPR RI dan sebelah bergambar caleg DPRD Riau berikut nama dan nomor urut caleg.

Pada saat itu, sepertinya pihak Panwascam merasa heran kenapa hal itu bisa terjadi tanpa sepengetahuan mereka. (Jlr)