ROKAN HULU, Tribun Riau- Diperkirakan, 453 rumah di Kecamatan Rambah dan sekitarnya, Rabu (31/10/2018) sore hingga malam, terendam banjir. Banjir juga sempat memutuskan akses jalan utama Ibukota Rohul, karena meluapnya air Sungai Batang Lubuh dan Sungai Haiti.
Disamping intensitas hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan karena beralihnya fungsi anak sungai menjadi permukiman serta sistem drainase yang buruk di ibukota kabupaten Rohul.
Diakui Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Jon Fery, ada 4 daerah yang terparah terkena banjir di kecamatan Rambah, yakni Desa Babussalam di Dusun Nogori, Darussalam dan Maratugun, ada 250 rumah warga terendam banjir.
Kemudian di Kelurahan Pasir Pangaraian, di lingkungan Tanjung Harapan tercatat 100 rumah terendam. Kemudian di Desa Pematang Berangan Dusun Tulang Gajah terdata 88 rumah terendam banjir dan di Dusun Luba Hilir Desa Koto Tinggi ada 15 rumah terendam banjir.
“Banjir selain merendam rumah warga, juga merendam rumah ibadah dan sekolah serta fasilitas umum lainnya dengan ketinggian air berpariasi antara 1 hingga 2 meter,” terang Jon Fery, Rabu (1/11/2018) malam.
Lanjut Jon Fery, BPBD Rohul dan Polres Rohul sudah membantu empat unit perahu karet, guna membantu evakuasi warga terkena banjir berada di 4 desa Kecamatan Rambah.
“Kita juga akan membuka selter tempat pengungsian, termasuk menyiapkan tenda darurat dan dapur umum di kawasan Pujasera Lingkungan Kelurahan Pasir Pangaraian, mengantisipasi adanya pengungsi,” sebutnya.
Banjir selain merendam permukiman warga, juga sempat memutus Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di Simpang Supra sejauh 2 KM sehingga menyebabkan kemacetan panjang. Jalan utama tersebut, banjir mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa.
Guna mengurai antrian panjang kendaraan di Jalan Tuanku Tambusai, pihak Satlantas Polres Rohul terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan menuju jembatan Batang Lubuh, memutar menuju jalan lingkar.
“Sebenarnya jalan bisa saja dilalui, tapi kita khawatir akan membuat kendaraan rusak dan lalu lalang kendaraan akan membuat gelombang air menerjang Toko dan perumahan di pinggir jalan. Atas dasar pertimbangan itu, kita alihkan arus lalulintas ke jalan lingkar,” ujar Iptu Rudi Sudaryono, Kanit Lantas Polres Rohul.
Sekitar pukul 22.00 Wib, banjir di Kecamatan Rambah sudah mulai berangsur surut. Namun meski demikan pemkab Rohul tetap menetapkan status tanggap darurat banjir, di seluruh wilayah kabupaten rokan hulu. pemerintah mengimbau kepada warga, khusunya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat waspada terhadap meluapnya sungai secara tiba-tiba.
Akses jalan utama saat ini juga sudah bisa dilalui kendaraan, dan badan jalan bekas banjir banyak terdapat sampah sampah terbawa arus banjir, termasuk lumpur. Hingga Kamis pagi, warga sudah mulai membersihkan rumah mereka, baik dari sampah maupun lumpur yang terbawa arus banjir. (mad)











