Jakarta –
Tenda yang ditempati pengungsi gempa di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, malam ini tergenang. Genangan air akibat masuknya air hujan karena tenda bocor.
Pantauan Detikcom di lapangan, ada dua tenda yang bocor dan tergenang, yakni tenda nomor 14 dan 15. Kedua tenda itu berisi lebih dari 100 orang. Sebagian diantaranya anak-anak dan orang tua.
Para pengungsi langsung menyelamatkan diri saat air mulai menetes ke dalam tenda. Sebagian lagi memilih pindah ke lobby kantor bupati.
“Kita sudah ingatkan agar dikasih terpal tambahan, tapi tidak ada (dilakukan) petugas,” kata Santi, salah seorang penghuni tenda yang ikut mengungsi saat kebocoran tenda terjadi, Senin (28/2/2022).
Santi berharap, pihak terkait memperhatikan persoalan di tenda, terutama berkaitan dengan potensi bocor dan banjirnya lokasi pengungsian.
“Jangan sampai kami tambah penyakit di sini. Sudahlah rumah hancur, dapat penyakit pula disini,” kata dia.
Santi sendiri tertpaksa tinggal di tenda pengungsian bersama tiga anaknya, setelah rumahnya di Simpang Timbo Abu Ateh ambruk akibat gempa.
“Tidak ada lagi yang bisa dipakai, jadi ya, Terpaksa tinggal disini dulu,” kata dia.
Selama di pengungsian, dia mengaku tidak mendapat kesulitan dalam hal makanan atau minuman. Namun, seperti pengungsi lainnya, ia membutuhkan selimut dan tikar.
Seperti diketahui gempa bumi Magnitudo 6,1 yang terjadi Jumat (25/2), menyebabkan kerusakan parah di Pasaman Barat. Dalam catatan posko penanggulangan bencana setempat, ada 12,400 jiwa yang mengungsi.
(dek/dek)
Sumber: DetikNews












