JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membantah partainya terlibat dalam pembentukan sekretariat bersama (sekber) yang didirikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra.
Yusril menegaskan tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pembentukan sekber untuk kepentingan pilpres 2019.
“Benar. PBB tidak pernah diajak bicara membentuk koalisi empat parpol, tiba-tiba meresmikan Sekber seolah-olah PBB adalah bagian dari koalisi,” kata Yusril melalui cuitan di akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, Ahad (29/8).
Yusril turut menyesalkan nama partainya disebut dalam empat partai yang terlibat di dalam Sekber Gerindra-PKS. Kalaupun ingin membawa nama PBB, menurut mantan pejabat Menteri Kehakiman dan HAM itu harusnya pihak penggagas Sekber lebih dulu mengajak PBB berbicara
“PBB menyesalkan namanya dicantumkan begitu saja tanpa pembicaraan lebih dahulu,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua Bidang Pemenangan Presiden Sukmo Harsono membantah keterlibatan partainya di dalam Sekber. Sementara PAN walau tidak terlibat secara resmi, partai itu mengirimkan Waketum Hanafi Rais saat peresmian di Jalan T Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, kemarin, Jumat (27/4).
Dua hari lalu, Gerindra dan PKS mendirikan Sekber sebagai langkah awal untuk lakukan komunikasi politik dengan partai lainnya. Tidak terkecuali dengan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang. dan Partai Demokrat
Pendirian Sekber ini juga sebagai penegasan bahwa Prabowo Subianto tidak akan menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo.
Minta Cabut Logo
Ketua Bidang Pemenangan Presiden Partai Bulan Bintang (PBB), Sukmo Harsono meminta kepada penggerak sekretariat bersama (sekber) yang digagas PKS dan Gerindra untuk mencopot lambang PBB di dalam logo sekber. Sukmo mengatakan, PBB tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pembentukan sekber.
“Kami meminta kepada teman-teman di PKS dan Gerindra agar lambang PBB jangan dipakai dulu (di Sekber),” kata Sukmo kepada Republika.co.id, Ahad (29/4).
Sukmo menyebut partai yang dipimpin Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra itu masih belum mengambil sikap terkait arah koalisi di Pilpres 2019. Ia melanjutkan, PBB masih memegang hasil muktamar partai mereka yang terakhir di mana memercayakan capres kepada Yusril.
Sukmo juga mengimbau kepada seluruh kader PBB di Indonesia, agar jangan dulu menggunakan isu tergabungnya PBB ke poros koalisi pengusung Prabowo. “Kami imbau kepada kader bahwa adanya PBB di sekber itu bukan keputusan partai. Keputusan partai akan dibahas di forum Mukernas dan forum dewan partai pada Mei mendatang,” ujar Sukmo.
Meski menolak nama mereka dicatut di Sekber PKS-Gerindra, Sukmo menyebut bukan berarti PBB menutup komunikasi dengan partai-partai tersebut. PBB kata dia sangat terbuka bila ada partai lain ingin berdialog untuk urusan Pilpres. (rci/red)












