Sosbud Sepi Pembeli, Pedagang Kelakap Tujuh Jualan di Pinggir Jalan

Sepi Pembeli, Pedagang Kelakap Tujuh Jualan di Pinggir Jalan

5
BERBAGI
Ilustrasi pedagang.

Tribunriau, DUMAI –
Pasca direlokasi, pedagang Kelakap Tujuh mulai berjualan di bahu jalan Dock Yard. Hal tersebut dikarenakan tempat relokasi dirasa sepi pembeli.

Hal ini juga dilakukan pedagang untuk menyatakan penolakab atas tempat relokasi baru.

Salah seorang padagang, Lili mengatakan sangat mengerti larangan berjualan di bahu jalan, namun dirinya mempertanyakan pemerintah yang tidak bisa mengerti kondisi lapangan.

“Kami tahu berdagang disini salah, namun apa upaya pemerintah Kota Dumai?, apakah pemerintah memperhatikan nasib kami  setelah direlokasi ke pasar Kelakap Tujuh?. Dan mengapa pemerintah masih tetap tidak mengusur pedagang pasar Gedang yang nyata-nyata melawan hukum karena tidak memiliki izin,” kesal Lili, Kamis (19/2/15).

Ditambahkannya, pacsa direlokasi ke Pasar Kelakap Tujuh, pemasukan pedagang menurun drastis, bahkan mayoritas mereka tersandera hutang. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak para pedagang di Pasar Kelakap Tujuh yang gulur tikar. “Pendapatan di Pasar Kelakap Tujuh sangat jauh menurun, bahkan banyak kawan-kawan yang mengaku tersangkut hutang akibat tidak seimbang antara pendapatan dan pengeluaran,” cetusnya.

Terkait hal tersebut, sejumlah pedagang juga mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada Kepala Kantor Pasar (KKP) Dumai serta lembaga DPRD Kota Dumai, namun hingga saat ini tidak ada upaya konkrit dari Pemko Dumai.

Ditempat terpisah, Kepala Kantor Pasar (KKP) Kota Dumai Bambang Wardoyo mengakui bahwa beberapa waktu lalu memang para pedagang telah menyampaikan aspirasinya untuk pindah dari Pasar Kelakap Tujuh dengan alasan sepi pembeli.

“Pedagang tersebut menyebutkan bahwa mereka sudah mulai lelah menghadapi kondisi sepinya pembeli, sementara kebutuhan sehari-hari terus berjalan dan meningkat. Akibatnya sudah berapa banyak pula mereka berhutang kesana kemari sebab pendapatan yang tak lagi sesuai, seperti itulah kesal mereka yang disampaikan kepada saya,” kata Bambang.

Namun demikian, bambang Wardoyo menghimbau agar pedagang tetap berjualan di Pasar Kelakap Tujuh dan jangan beralih ke pasar Gedang, pasalnya lokasi tanah Pasar Gedang tersebut masih bermasalah di tingkat Pengadilan. Jika mereka pindah, tentu kondisi yang mereka alami seperti saat berjualan di Pasar Dock Yard bakal mereka alami kembali. “Diminta kepada pedagang agar dapat bersabar dan tetap berjualan di Pasar Kelakap Tujuh saja, menanggapi permasalahan sepi pembeli nanti kita akan mencarikan solusinya seperti apa,” himbaunya.

Meskipun diakui Bambang, jika Pasar Gedang masih beroperasi, maka hal tersebut pasti akan berpengaruh ataupun berdampak besar kepada Pasar Kelakap Tujuh, sebab letaknya lebih strategis dibandingkan dengan letak Pasar Kelakap Tujuh yang lebih jauh.

“Memang seharusnya hal ini tidak pernah terjadi jika dari awal relokasi pedagang Pasar Dock Yard tidak ada didirikan Pasar Gedang, mungkin seluruh pedagang akan berjualan di Pasar Kelakap. Jadi sebenarnya ketegasan tersebut tergantung yang punya tanah, maka upaya yang punya tanah seperti apa itu yang harus dipertanyakan, sebab mau tidak mau dirinya memang harus terlibat yang sementara seharusnya dari awal mereka sudah tanggap, seandainya mereka langsung melakukan action pada saat relokasi tersebut, tentu hal ini tidak akan terjadi sampai begini,” tututpnya.

Aksi damai pedagang Kelakap Tujuh tersebut sudah berlangsung sejak 2 hari lalu, dimana di hari kedua aksi damai pedagang Kelakap Tujuh di lokasi yang sama ini jumlah pedagang yang berjualan dilokasi tersebut semakin bertambah dan jumlahnya diperkirakan 2 kali lipat dibandingkan hari pertama.

Tidak hanya pedagang kain, tapi sejumlah pedagang mulai dari sayuran, sembako, ikan, ayam dan pedagang daging juga ikut berjualan dengan menggelar dagangan dilahan tak jauh dari lokasi pasar Dock tempat mereka sebelumnya berjualan.(isk)