Nasional Sambut Tahun Baru 2021 FBI Optimis Kepemimpinan Jokowi

Sambut Tahun Baru 2021 FBI Optimis Kepemimpinan Jokowi

BERBAGI

  Medan, Tribunriau – Perkembangan organisasi kemasyarakatan (ormas) Forum Batak Intelektual (FBI) di Indonesia sudah semakin membahana dan diperhitungkan khususnya dikalangan masyarakat suku Batak.Dimana pembentukan kepengurusan sudah hampir merata di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.Dan akan berlanjut ke tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa.

Seperti di bulan Desember ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FBI Leo Situmorang, SH, MH beserta pengurus lainnya secara maraton melantik pengurus di daerah Sumatera Utara.Dalam kesempatan itu, Leo mengungkapkan pandangannya terhadap kepemimpinan Ir.Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, FBI optimistis bangsa Indonesia akan mampu bangkit menjadi bangsa yang besar di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Makruf Amin. Karena dinilai mampu menjembatani potensi bangsa menghadapi era Industri 4.0, era Kecerdasan Buatan (Artificial Inttelligence).

“FBI sebagai organisasi/wadah berkumpulnya intelektual-intelektual muda, berharap kepada seluruh elemen bangsa untuk membangun optimisme memasuki tahun 2021 di tengah upaya bersama pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19,” kata Leo, Rabu (30/12/20).

Ia juga meyakini, bahwa semangat bersama secara gotong royong, akan memampukan bangsa Indonesia bangkit dan lebih maju lagi memasuki tahun 2021. “Program-program pemerintah pusat, daerah dan kementerian serta lembaga perlu kita dukung bersama menuju ‘Indonesia Hebat’. Namun, kita juga harus tetap kritis agar pembangunan benar-benar mensejahterakan masyarakat,” harap Leo.

Dilanjutkannya, FBI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju yang serius menangani Danau Toba pasca ditetapkan menjadi salah satu “Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tingkat Dunia” oleh UNESCO Global Geopark (UGG).

“Namun, FBI juga mengingatkan pemerintah agar pembangunan kawasan pariwisata yang kaya dengan keindahan alam ini, tidak memunculkan kesenjangan baru bagi masyarakat Sumatera Utara khususnya warga sekitar danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara itu,” harap Leo lagi.

Dikatakannya, bagi FBI, pembangunan Danau Toba selain harus lebih mensejahterakan bagi masyarakat Sumatera Utara, juga harus mampu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) baik di tingkat domestik maupun internasional. Ia juga tak ingin masyarakat Sumatera Utara dan warga sekitar Danau Toba hanya jadi penonton.

“Harus dilibatkan secara aktif dengan pendekatan kearifan lokal yang hidup di sekitar Danau Toba. Ini akan menjadi fokus utama FBI dalam mengawasi pembangunan yang pro rakyat di Danau Toba,”tegas Leo.

Kemudian masalah pandemi, meski vaksin Covid-19 akan mulai diberikan awal tahun 2021, Ia meminta pemerintah agar lebih aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar benar-benar memahami bahwa penanggulangan Covid-19 merupakan upaya bersama antara pemerintah dengan masyarakat.

Menurutnya, hal ini diperlukan untuk mencegah simpang-siur informasi yang berujung pada kebingungan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Seluruh lapisan masyarakat harus diberi pemahaman yang benar, agar tidak menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak perlu. Kami juga meminta masyarakat untuk percaya kepada Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita kembali dapat produktif serta siap mengadaptasi kebiasaan baru (New Normal),” pungkas Leo.(jlr/rls).