Semesta Riau Pengurus LAMR Rupat Gagas Pertemuan Soal Izin Pemanfaatan Pasir Alam

Pengurus LAMR Rupat Gagas Pertemuan Soal Izin Pemanfaatan Pasir Alam

BERBAGI

RUPAT- Untuk memayungi aktifitas masyarakat dalam mencari rezki, khususnya yang bergerak dalam bidang penambangan pasir alam, pengurus Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Rupat menggagas pertemuan dengan berbagai pihak.

Pertemuan tersebut digelar di Gedung LAMR Rupat, Kamis (2/9) lalu. Turut hadir perwakilan camat Rupat, Agafri SE, Danramil O5 Rupat, Kap.Inf.Sagino, para penambang pasir, tokoh pengurus LAMR dan berbagai LSM.

Digagasnya pertemuan tersebut dikarenakan adanya salah seorang penambang pasir alam yang ditangkap oleh Polda Riau beberapa waktu yang lalu.

Wakil Sekjen LamR Rupat, Suluki Rahimi yang akrab disapa Tuan Luki mengatakan penambangan pasir alam oleh warga tempatan merupakan pekerjaan untuk menghidupi keluarga, bukan untuk mencari kekayaan.

“Dengan adanya kesepakatan bersama, kegiatan masyarakat akan berjalan dengan baik, dapat menambah kehidupan keluarga, bukan mencari kekayaan, dari penambangan pasir skala kecil ini, pengurus LAMR Kecamatan Rupat hadir untuk membantu memayungi masyarakat dari bentuk pekerjaan yang selama ini seperti mencuri milik kita bersama dan kadang kala ditangkapi oleh petugas Laut akibat tidak mengantongi Izin,” ujar Tuan Luki.

Dengan akan berlanjutnya aktivitas pemanfaatan pasir alam kekayaan pasir pulau Rupat, lanjut Tuan Luki, maka akan kita lanjutkan ke Pengurusan izin pertambangan pasir Pulau Rupat sebagai mana aturan dan Undang undang yang berlaku, supaya penambangan pasir lokal akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebab pertambangan pasir ini sudah berlangsung lama secara tradisional di Rupat bahkan pembangunan perumahan dan lainnya di kota Bengkalis termasuk hasil tambang pasir Rupat juga.

Kemudian, masih kata Tuan Luki, LamR Riau telah beramanah ke kita agar segera membentuk kelompok masyarakat penambang pasir, di Badan Usaha Milik Adat
(BUMA) juga hari ini pihaknya akan segera melaporkan hasil kesepakatan ke Gubernur Riau.

“Kepengurusan izin tambang pasir sudah ada, sudah ada IWPR-nya, sudah ada peta WPR dan zona serta titik koordinatnya yang telah lama diurus oleh saudara Syamsuddin (Atan) dan Bang Zaini selaku media pers juga ikut bersama, tinggal selangkah lagi. Semoga masyarakat bisa segera menambang pasir ini, maka hari ini kita sepakati sementara menunggu Izin itu melalui Koperasi Lembaga Adat Melayu Riau namanya Badan Usaha Milik Adat(BUMA),” jelas Tuan Luki yang disambut tepuk tangan oleh para penambang pasir yang hadir.

Ketua Umum LamR Rupat, Muhammad menyebutkan, Pengurus Lamr Rupat telah mengadakan pertemuan dengan pengurus LamR Kabupaten Bengkalis, LamR di Pekanbaru, di Pekanbaru untuk mencari solusi tentang adanya warga Rupat menambang pasir lokal secara kecil-kecilan agar bisa lanjut mencari makan dari pengambilan pasir alam, pasir kebutuhan pembangunan Rupat dimasukkan ke wadah Badan Usaha Milik Adat (BUMA). (rilis)