Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Terjadinya kecelakaan lalulintas di Jl.Gajahmada KM 6,5 Sebanga-Duri antara sepedamotor dengan mobil dump truck, mengakibatkan 1 korban pelajar meninggal dunia dan 3 pelajar luka lecet, yang berada di wilayah Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, dan Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada Jumat (04/02/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.
Setelah kejadian lakalantas itu supir dump truck BM 8351 MA melarikan diri, dan pihak Polantas Polres Bengkalis telah mengamankan dump truck tersebut ke kantor perwakilan Satlantas Polres Bengkalis 125 Jl.Pipa Air Bersih Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Hingga pada hari Minggu (13/02/2022) pihak/perwakilan pemilik mobil dump truck Riamin mendatangi rumah korban Lestari dan Yefta Krisjon Siburian (13) dihadiri orangtua korban yakni, SP.Siburian, R.Silaban, J.Saragi, beberapa saksi warga, dan Ketua RT 07 RW 10 M.Siahaan untuk mengadakan perdamaian, di Jl.Gajahmada KM 7 Sebanga-Duri, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir.
1 pelajar korban yang meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Permatahati Duri adalah Yefta Krisjon Siburian (13), duduk di kelas 1 SMPN 6 Mandau, sedangkan 3 korban yang hanya luka lecet di tangan dan kaki yakni, Lestari br Siburian (kakak kandung Yefta Krisjon Siburian) pelajar SMAN 1 Mandau, Haspita Sari pelajar SMAN 1 Mandau, dan Retio Silaban pelajar SMPN 6 Mandau.
Kasat Lantas Polres Bengkalis melalui Kanit Lakalantas Ipda Yopi Ferdian ketika dikonfirnasi melalui nomor Whats Appnya pada Kamis (17/02/2022), terkait supir dump truck apa sudah ditahan, belum juga dijawab sampai berita ini diterbitkan.
Sedangkan sebelumnya pada hari Sabtu (05/02/2022) ketika ditanyakan keberadaan supir dump truck, Ipda Yopi Ferdian menjawab, bahwa supir dump truck belum ditemukan, dan pemilik mobil juga belum mendatangi kantor perwakilan Satlantas Polres Bengkalis 125.
“Belum ketemu supirnya, pemilik mobil juga belum datang ke kantor, kami masih melakukan penyelidikan,” jawab singkat Yopi.
Seperti diberitakan sebelumnya di tribunriau.com, kronologis kejadian yaitu, korban Yefta Krisjon Siburian sekitar pukul 10.30 WIB di Jl.Gajahmada KM 6 Sebanga-Duri tepatnya depan akses masuk ke sekolah SMPN 6 Mandau, pas pulang sekolah bersama Restio Silaban temannya/anak tetangga sedang berjalan mau pulang ke rumah di KM 7 Sebanga-Duri. Berketepatan kakaknya Lestari mengendarai sepedamotor Yamaha berboncengan dengan temannya Haspita Sari, yang juga baru pulang sekolah dari SMAN 1 Mandau, sedang melintas di KM 6, sehingga membawa korban Yefta duduk paling depan, dan dibelakangnya Lestari (pengemudi), lalu teman sekolah korban Restio Silaban, dan Haspita Sari duduk paling belakang, berangkat menuju pulang ke rumah bersama di KM 7 Sebanga-Duri.
“Dalam perjalanan pulang kami beriringan dengan teman anak sekolah pengendara 2 sepeda motor, tepatnya di tikungan manis KM 6,5 Sebanga-Duri, datang dari arah berlawanan KM 7 satu unit mobil dump truck BM 8351 MA dengan kecepatan tinggi, dan terjadilah kecelakaan itu,” terang Hespita Sari kepada 3 polantas dan wartawan di teras samping Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) samping rumah korban Yefta dan Lestari, Jumat (04/02/2022) sore.
Akibat kecelakaan itu, korban Yefta mengalami luka robek (dalam) di pahak kaki kanan, sedangkan Lestari (pengemudi), Haspita Sari, dan teman sekolah SMP korban Restio Silaban, hanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki saja.

Menurut sumber dari beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, setelah kejadian itu, warga dari KM 7 pun berdatangan setelah adanya info dari pengendara yang sedang lewat di lokasi kejadian dan mengenali korban.Para korban dibawa warga pakai mobilnya langsung ke Rumah Sakit Permatahati Duri untuk mendapatkan pertolongan medis.Namun, setelah ditangani pihak tim medis, korban Yefta dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Permatahati Duri.
“Kami tidak menemukan supir mobil dump truck, mungkin langsung melarikan diri setelah kejadian, meninggalkan mobil dan kunci kontak di tempat kejadian,” kata beberapa warga di TKP.
Pihak polisi lalulintas (Polantas) Polres Bengkalis sudah beberapa kali dihubungi warga setempat dan wartawan melalui nomor selulernya setelah kejadian laka itu, baru datang sekitar pukul 13.15 WIB untuk identifikasi dilapangan dan menanyakan kepada saksi korban dan beberapa warga di TKP.Selanjutnya pihak Polantas mengamankan mobil dump truck di kantor perwakilan Satlantas Polres Bengkalis 125. (jlr).













