Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Pasca ambruknya jalan 1 meter yang dibangun kontraktor Desember 2021 lalu, di Jl.Swadaya Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, masyarakat masih menunggu upaya pemerintah untuk memperbaikinya, sebelum fatal dan memakan korban.
Pasalnya, jalan itu lebarnya lebih kurang 3 meter, sepertinya ada khawatir bila pengguna jalan melintasinya, karena sudah ambruk/roboh 1 meter.Bisa saja waktu tengah malam maupun pagi subuh masyarakat melintas pakai kendaraan, silap melanggar jalan yang ambruk/roboh itu, akhirnya akan terjadi kecelakaan.
Terkait hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis H Adri, SE memberikan komentar.Dikatakanya, bahwa ambruknya jalan itu sudah diketahui Kepala UPTD Perkimtan Mandau dari laporan wartawan media ini, dan berjanji akan turun ke lapangan.
“Jadi, kita tunggu saja, saya yakin Kepala UPTD Perkimtan akan turun untuk melihat kondisi di lapangan, dan akan mengkoordinasikan ke jajarannya atau atasannya, agar segera diperbaiki jalan yang rusak,” kata Adri melalui nomor WAnya, Kamis (26/05/2022) malam.
Menurutnya, bahwa ambruk/robohnya jalan itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaan hotmix.Ini murni akibat gerusan air pada titik aliran dibawahnya (polongan/gorong-gorong).Pekerjaan kegiatan hotmix tidak terkait perbaikan polongan/gorong-gorong.
“Kita harapkan pihak UPTD Perkimtan segera cek ke lapangan, lakukan perbaikan polongan/gorong-gorong air, supaya badan jalan itu segera dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman tanpa khawatir terperosok,” ujar Adri.
“Saya akan bantu ingatkan UPTD Perkimtan Mandau, untuk disegerakan, mengingat ini jalan umum yang cukup banyak dilalui masyarakat,” tutup Adri.
Sementara Kepala UPTD Perkimtan Mandau Sri Isgina Hartini ketika dikonfirmasi lanjutan melalui nomor WAnya, Rabu (25/05/22) mengatakan, bahwa pihaknya sudah menghubungi pihak kontraktornya, dan berjanji akan memperbaikinya.
“Sudah disampaikan sama kontraktornya pak.Jadi nanti masih ada masa pemeliharaan.Nanti akan diperbaiki kontraktornya, sabar ya pak,” ujar Sri.
Ketika ditanyakan siapa PPTKnya, ia menjawab; “Sri sendiri pak”.(jlr).











