Hukrim Kasus Pengrusakan Lingkungan, PT Jatim Jaya Perkasa Ajukan PK

Kasus Pengrusakan Lingkungan, PT Jatim Jaya Perkasa Ajukan PK

8
BERBAGI

ROHIL,  Tribunriau- Terkait hasil persidangan di Pengadilan Negeri Rokan Hilir (PN Rohil),  Senin (5/1/2018) lalu yang menggelar sidang Perkara no.4/Pid/PK/2017,  permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Pengadilan Negeri Rohil terhadap kasus kerusakan lingkungan yang dilakukan PT.Jatim Jaya Perkasa (JJP) selaku pemohon terhadap Kejari Rohil dalam hal ini sebagai pihak termohon,  Kamis (08/2/2018) Pukul 15.30 Wib..

Ketua majelis hakim Aswir SH didampingi dua anggotanya M.Hanafi SH dan Sapperi Janto SH dibantu oleh Panitera Pengganti Richa Reonita Simbolon SH sebelum sidang dimulai ketua hakim mengatakan bahwa dokumen berita pemeriksaan sidang ini nantinya akan dikirim ke MA. “Apakah nanti PK ini dapat diterima atau tidak yang memutuskan adalah MA, ” ujarnya.

“Atas pengajuan permohonan PK ini, kami selaku termohon mengajukan pendapat hukum secara tertulis yang mulia, “ujar Jaksa Sobrani Binzar SH didampingi rekannya Endra Andre SH sambil menyerahkan berkas tersebut kepada majelis hakim .

Pantauan dalam sidang saat itu, pemohon dihadiri oleh Halim Gozali selaku General Manager PtTJjp didampingi Dua (2) orang Kuasa Hukumnya Didik. K. Harsono.SH dan Timoti SH MH yang menghadirkan saksi Ahli hukum Pidana DR.Erdianto SH MH seorang dosen di Universitas Negeri Riau ( UNRI) yang dimintai pendapatnya dalam sidang tersebut, DR.Erdianto SH MH yang dihadirkan pemohon sebagai saksi ahli hukum pidana menjelaskan apa saja alasan-alasan pengajuan dalam PK.

Terkait bukti baru atau Novum atau upaya hukum luar biasa yang diajukan oleh pemohon, ia melihat ada beberapa bukti baru. “Saya melihat ada Tiga (3) bukti baru yang diajukan, ” paparnya.

Dibeberkannya, bukti tersebut yang pertama terkait alat yang digunakan oleh saksi ahli kerusakan lingkungan Dr.Ir.Basuki Wasis untuk mengukur tingkat kerusakan lingkungan,  yang ke Dua (2) bukti surat pernyataan saksi ahli Dr.Ir Basuki Wasis di depan notaris yang mencabut seluruh pendapat saksi ahli selama massa persidangan, dan yang ketiga ada kekeliruan atau kehilafan hakim dalam mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan dalam sidang.

Penasehat hukum Pt.Jjp Didik K.Harsono SH saat di komfirmasi melalui Hand Phon selulernya terkait sidang Senin lalu menjelaskan bahwa, setelah adanya pencabutan semua keterangan dari saksi Basuki Wasis, maka Pt.Jjp melakukan upaya hak peninjauan kembali (PK)”ucapnya.

Usai menjelaskan kepada pemohon selanjutnya majelis hakim mengatakan sidang akan dilanjutkan satu minggu ke depan dengan agenda kesimpulan dari para pihak.(to)