JJR ke-6 Tahun 2018 Berhadiah 7 Motor, Targetkan Peserta 1000 Rider Lebih

Kadisparbud, panitia JRR dan IMI Rohul, gelar rapat lanjutan JRR ke 6 tahun 2018
Kadisparbud, panitia JRR dan IMI Rohul, gelar rapat lanjutan JRR ke 6 tahun 2018

ROKAN HULU,Tribun Riau- Di ajang tahunan Jelajah Rimba Rohul (JRR) ke-6 tahun 2018 yang akan digelar pada 6 hingga 7 Oktober 2018 mendatang, panitia akan menyediahkan hadiah 7 unit sepeda motor, serta menargetkan 1000 lebih peserta dari Riau, maunpun provinsi di Indonesia lainnya.

Itu terungkap dalam rapat lanjutan, yang digelar panitia JRR ke-6 tahun 2018, bersama Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (1/10/2018), dipimpin Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si.

Juga dihadiri Ketua IMI Rohul Novliwanda Ade Putra, segenap Panitia JRR ke-6 tahun 2018 yang diketuai Ceprianto, Ketua Xtreme Trail Adventure Rohul (X-TAR)‎ Maratua Daulay dan sejumlah pengurus, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya di aula Disparbud Rohul.

Dikatakan Ketua Panitia JRR ke-6 tahun 2018, Ceprianto, event kuda besi motor trail ke enam kali ini, masih bersempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Rohul yang jatuh pada 12 Oktober 2018 mendatabg.

Dari hasil rapat kata Ceprianto, JRR ke-6 tahun 2018 akan menyediakan hadiah utama 7 sepeda motor, dan nantinya dipusatkan di Taman Kota Pasir Pangaraian. Even tersebut digelar selama dua hari mulai 6 hingga 7 Oktober 2018.

‎Kata Ceprianto alias Ecep, panitia menargetkan seribu lebih peserta untuk bisa ikut meramaikan JRR ke-6 tahun 2018. Hingga kini, baru sekitar 366 rider yang telah resmi mendaftarkan diri, sedangkan 150 rider lainnya baru sebatas booking nomor saja.

“Nantinya, para peserta diramaikan dari Provinsi‎ Sumatera Utara, Sumatera Barat, bahkan kemungkinan dari pulau Jawa juga akan tampil dan hadir,” kata Ecep dan mengakui, panitia juga sudah menyediakan banyak doorprize yang akan dibagikan ke peserta beruntung.

Sebut Ecep, selama dua hari para rider nantinya akan menempuh rute sekitar 80 kilometer. Lalu, ada tujuh jalur ekstrem di Kecamatan Rambah yang akan dilintasi peserta JRR kali ini dengan kemiringan sampai 75 derajat, di antaranya tanjakan Anambawa, tanjakan Berayun,‎ tanjakan Napi, dan lainnya.

“Nantinya, rute yang dilintasi para rider ada di Desa Sialang Jaya, Desa Rambah Tengah Hulu, dan Desa Rambah Tengah Barat‎,” ucap Ecep, dan dikatakannya hasil rapat pihak Disparbud Rohul sangat mendukung even JRR ke-6 tahun 2018 yang diprakarsai X-TAR ini.

Kemudian, dikatakan Kepala Disparbud Rohul, Drs.Yusmar.MSi, bahwa selain kegiatan olahraga, even JRR ke-6 tahun 2018 juga dikemas dengan acara budaya, seperti Makan Bekancah (makan besar bersama) dengan para rider.

Sebut Yusmar, sampai kini Kabupaten Rohul belum mempunyai even andalan seperti Bakar Tongkang di Rokan Hilir, atau Pacu Jalur‎ di Kuantan Singingi. Dirinya berharap, melalui even JRR tersebut menjadi even andalan bagi daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk, agar bisa ikut menggeliatkan pariwisata juga menarik minat wisatawan datang ke Rohul.

Selain JRR sambung Yusmar, tahun ini Kabupaten Rohul juga akan gelar even besar diberinama Berakit yang akan dipusatkan di Sungai Batang Lubuh Pasir Pangaraian.

“Tahun ini, ada dua even besar yakni JRR dan Berakit. Apabila bisa dimanage dan dikemas dengan baik, maka kedua even tersebut akan dijadikan momen bagi masyarakat lokal dan luar daerah,” harap Yusmar.

Terkait JRR kata Yusmar,‎ even itu juga sebagai penyaluran bakat dan hobi kawula muda yang suka berpetualang ke lokasi-lokasi yang punya potensi di rimba. Itu bisa jadi momen rutin tahunan serta menjadi agenda wisata Kabupaten Rohul, atau tempat‎ usaha-usaha lain, tidak terbatas dengan pariwisata.

“Bisa saja dalam rimba‎ yang ada di Rohul, ada potensi besar yang belum kita dapatkan. Bila memang kita jalan-jalan tanpa tujuan akan berat, namun dengan adanya tujuan mereka bisa sambil berolahraga dan menyalurkan hobinya.” ujarnya lagi.

“Kemudian, selain pariwisata diharapkan ada potensi-potensi lain yang bisa dikembangkan di Negeri Seribu Suluk,” sebutnya.

Kata Yusmar, JRR sendiri sudah masuk Kalender Pariwisata Kabupaten Rohul. Even motor trail ini juga sudah didukung Pemprov Riau, namun karena adanya rasionalisasi, maka bantuan non tunai tidak bisa disalurkan untuk tahun ini.

Jelas mantas Kabag Humas Setdakab Rohul dan Kepala Disdukcapil Rohul juga Kadistambern, bahwa even JRR yang diagendakan setiap tahun bagus didukung pemerintah. Karena respon masyarakat atau trailer lokal dan luar daerah cukup tinggi.

‎Yusmar mengharapkan, kedepannya JRR dikenal sebagai salah satu even besar tahunan dari Kabupaten Rohul yang dikenal oleh masyarakat.Apalagi di even itu, para peserta juga melintasi sejumlah objek wisata, di antaranya Masjid Agung Islamic Center Rohul, Air Panas Hapanasan, Danau Sipogas, dan lainnya.

“Kita rencanakan para rider ini juga menikmati ketinggian menara Masjid Agung 99 sebagai salah satu objek wisata kita,”

“Lalu ada konvoi dari Taman Kota ke Bundaran Ratik Togak, untuk mengenalkan ke masyarakat bahwa di Rohul memiliki Masjid Agung Islamic Center,” kata Kepala Disparbud Rohul Yusmar. (mad)