TRIBUNRIAU.COM – Apakah Anda pernah memakai pakaian tradisional Indonesia? Seperti yang diketahui, Indonesia mempunyai 34 provinsi dengan beragam baju adat.
Biasanya, pakaian tersebut digunakan untuk memperingati hari besar, mulai dari hari pernikahan, hari besar keagamaan, upacara adat, kelahiran, sampai kematian.
Hal ini karena pakaian adat mempunyai pesan dan nilai di dalamnya. Bahkan, mempunyai keterkaitan dengan beberapa aspek lain. Misalnya, ekonomi, sosial, keamanan, dan politik. Tidak jarang pakaian adat Indonesia berhasil mendapatkan perhatian dari negara lain karena keunikannya.
Daftar Pakaian Tradisional Indonesia
Biasanya, pakaian tradisional juga digunakan saat pawai Hari Kartini atau Hari Kemerdekaan Indonesia. Dari sekian banyaknya pakaian adat yang ada di Indonesia, ada beberapa pakaian dengan nilai tinggi yang bisa Anda lihat di bawah ini.
Pakaian Adat Bodo
Salah satu pakaian tradisional yang mempunyai nilai tinggi berasal dari Sulawesi Selatan. Pakaian tersebut dinamakan bodo yang terbuat dari kain muslim yang tipis dan transparan. Warna yang biasa ditampilkan adalah warna terang dan cerah.
Dengan lengan baju yang pendek, baju bodo dipasangkan dengan kain sarung yang dililitkan di bagian pinggang. Selain itu, memakai baju ini mempunyai aturan khusus, lho. Misalnya anak perempuan berusia 10-14 tahun bisa menggunakan baju bodo bewarna jingga dan merah. Sedangkan perempuan dengan usia 17-25 tahun menggunakan berwarna merah. Warna hijau biasanya digunakan oleh perempuan yang memiliki garis keturunan bangsawan.
Kebaya Milik Sunda
Masyarakat Sunda biasanya mempunyai beberapa jenis pakaian tradisional. Namun, pakaian yang paling populer dan banyak digunakan adalah kebaya. Pakaian ini akan dipasangkan dengan kain batik atau kain kebat dilepe beserta ikat pinggang. Pengantin wanita biasanya akan ditambahkan mahkota siger dan kembang goyang sebagai penghias kepala.
Sementara untuk lelaki, baju yang dikenakan adalah jas dengan kerah. Atau biasanya sering disebut dengan jas takwa. Celana panjang yang digunakan dihiasi dengan kain batik. Aksesori lainnya yang bisa ditemui pada pengantin pria adalah penutup kepala, keris, dan jam rantai.
Pakaian Tradisional dari Papua
Pakaian adat dari Indonesia yang bikin bangga karena keunikannya salah satunya berasal dari Papua. Baik pria atau wanita, model baju yang biasa dikenakan adalah rok rumbai. Rok rumbai tersebut terbuat dari rajutan daun sagu. Sementara di bagian kepala, Anda bisa menemukan hiasan kepala yang khas.
Hiasan tersebut terbuat dari bulu burung kasuari, kerang, anyaman daun sagu, atau gigi anjing. Selain rok rumbai, para pria biasanya juga mengenakan koteka atau pakaian yang terbuat dari buah labu khas Papua. Selain itu, masyarakat Papua biasanya menutupi dada dengan menggunakan tato sebagai bukti kebanggaan atas sukunya.
Pakaian tradisional di Papua ini mempunyai tiga jenis bahan yang berbeda peruntukannya. Ada pakaian Sali yang biasanya ditujukan untuk perempuan yang masih lajang, pakaian Holim atau koteka, dan Yokal. Pakaian Yokal biasanya digunakan oleh perempuan yang sudah menikah dan sering ditemukan di Papua bagian barat.
Batik Keris
Batik menjadi salah satu pakaian khas Indonesia yang sudah mendunia. Hal ini terbukti dari banyaknya peragaan busana tingkat dunia yang menggunakan bahan batik sebagai material utamanya. Jika dulu batik digunakan hanya untuk acara khusus, sekarang baju batik justru banyak digunakan di setiap momen. Misalnya acara wisuda, menghadiri pesta pernikahan, sampai acara keluarga.
Di antara jenis batik yang hadir di Indonesia, batik keris mempunyai peminat yang tinggi. Hal ini karena motif batik yang berasal dari Jawa Tengah ini memiliki corak yang sangat unik. Cocok untuk Anda yang ingin membuat baju couple bersama pasangan ataupun keluarga.
Pakaian Ulee Balang
Pakaian yang tidak kalah bikin bangga ini berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Pakaian ini dikenal dengan nama Ulee Balang yang dulunya hanya digunakan oleh keluarga raja dan para ulama. Sekarang, pakaian tradisional tersebut digunakan oleh pasangan pengantin. Pakaian untuk pria dinamakan Linto Baroe, sedangkan pakaian untuk wanita dinamakan Dara Baroe.
Linto Baroe terdiri dari baju atasan dengan kerah tertutup, siluweu, ija krong, dan meukeutop. Selain itu, terdapat sebilah rencong yang menjadi penanda kejantanan pria. Sementara Dara Baroe biasanya menggunakan warna cerah yang terdiri dari baju kurung panjang, celana cekak musang dengan kain sarung selutut, penutup kepala, dan perhiasan.
Pakaian Adat King Baba
Pernahkah Anda mendengar baju adat King Baba? Baju tersebut berasal dari Kalimantan Barat yang dalam bahasa Dayak mempunyai arti pakaian laki-laki. Pakaian tradisional ini terbuat dari bahan kulit kayu tanaman ampuro atau kayu kapuo. Sementara pakaian untuk wanita dinamakan dengan King Bibinge.
Bahan dan cara pembuatan pakaian pria dan wanita hampir sama, hanya perbedaannya terletak pada modelnya. King Bibinge terdiri dari atasan, kain bawahan, dan stagen. Selain itu, di bagian kepala terdapat hiasan yang terbuat dari bulu burung enggang, kalung dan gelang.
Jika Anda merasa tertarik setelah membaca ulasan tentang pakaian tradisional Indonesia ini, Anda bisa membelinya di Blibli, lho. Bahkan, Anda bisa menemukan Batik Keris di marketplace tersebut dengan mudah. Dengan berbagai ukuran, desain, dan motif yang tentunya cocok untuk digunakan bersama keluarga yang bisa Anda pilih di Blibli.
Selain batik, Anda juga bisa menemukan pakaian tradisional Indonesia lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Anda bisa menggunakan pakaian adat ini untuk acara peringatan tertentu. Pakaian adat apa yang terkenal di daerah Anda?*












