Lingkungan Dugaan Pencemaran Lingkungan, Aktivis IMKD Bereaksi Keras

Dugaan Pencemaran Lingkungan, Aktivis IMKD Bereaksi Keras

BERBAGI

DUMAI, Tribunriau- Mantan Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Kota Dumai (IMKD) Pekanbaru, Faldhany Hidayat bereaksi keras atas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Inti Benua Perkasatama.

“Bukan tak mungkin bagi kami untuk langsung ke lapangan (Demo,red) atas dugaan pencemaran lingkungan tersebut, jika tidak ditindaklanjuti kasus dugaan pencemaran lingkungan ini, insyaAllah kami yang bertindak,” ujar Aktivis ini yang akrab disapa Faldha via WhatsApp kepada Tribunriau.com, Kamis (15/3/2018)

Dijelaskannya, banyak perusahaan di kota Dumai yang ‘berani’ tanpa peduli mengotori laut Dumai, tentunya yang disorot adalah Pemerintah Kota Dumai khususnya Dinas Lingkungan Hidup.

“Pembuangan limbah cair sangat bertentangan dengan perda Kota Dumai No 10 Tahun 2006 tentang Retribusi Pengelolaan dan Perizinan Limbah Cair,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam aturan tersebut, perusahaan diwajibkan memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) agar limbah yang dikeluarkan tidak merusak lingkungan.

“Namun anehnya, pada BAB VI pasal 7 atay 1, dijelaskan secara rinci bahwasanya perusahaan yang ingin membuang limbah cair harus mendapat izin dari walikota, Jadi apakah walikota juga mengizinkan PT IBP ini buang limbah ke laut? wallahualam,” tambahnya.

Ditambahkannya lagi, jika memang perda tersebut masih berlaku, seharusnya Pemerintah berani mengambil tindakan tegas, karena sudah dijelaskan pasal 9 ayat 2 poin C yang berbunyi “Izin perusahaan dapat dicabut apabila bertentangan dengan kepentingan umum dan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup.

“Kalau memang PT IBP sudah membuat kerusakan, kita minta pemko untuk mencabut izinnya,” tegasnya. (isk)