Nasional Cara Pemkot Mojokerto Terapkan Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan

Cara Pemkot Mojokerto Terapkan Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan

BERBAGI

Jakarta

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mempertahankan eksistensi bidang pendidikan di masa pandemi yang mengharuskan seluruh sektor bertransformasi menggunakan teknologi informasi.

Menurut Ning Ita, sapaanya, tenaga pendidik memegang peranan penting dalam bidang pendidikan di era disrupsi digital seperti saat sekarang ini. Sebagai transfer knowledge, seorang guru harus siap menghadapi tantangan perubahan zaman, dan salah satunya adalah transformasi digital.

“Ketika guru bisa memahami dan melaksanakan tugasnya dengan rasa nyaman, tentu ilmu yang akan di transfer akan mudah difahami oleh anak didiknya. Maka dari itu kami mengadakan Teaching Challenge bagi guru untuk membuat modul pembelajaran inovatif, guna mengejar ketertinggalan penyerapan materi oleh siswa selama PJJ,” ujar Ning Ita dalam keterangan tertulis, Selasa (09/11/2021).

Hal itu diungkapkannya saat menjadi salah satu pemateri dalam Webinar Series Batch 1: Edu Talk yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan tema ‘Revitalisasi Pendidikan Indonesia Sebagai Upaya Adaptif Di Era Disrupsi Digital’ pada Minggu (7/11) lalu.

Ning Ita menegaskan kalau anak-anak yang lahir dalam disrupsi digital tidak serta merta selalu memiliki dampak negatif. Dia justru melihat hal tersebut sebagai potensi prestasi jika ditopang dengan kerja sama dan sinergitas antara pemda dan pihak penyelenggara pendidikan.

“Ini akan berpotensi sebagai prestasi asalkan harus ada kerja sama, sinergitas antara pemda, pihak penyelenggara pendidikan, bersama bisa kita gandeng dan bekerja bersama- sama untuk mewujudkan prestasi- prestasi pendidikan di era disrupsi digital ini,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan kalau Pemkot Mojokerto sudah bekerja sama dengan tiga pilar dalam program rumah satu sarjana dan memberikan program beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Mojokerto yang sedang berkuliah di luar kota.

“Selain itu Kami juga bekerja sama dengan tiga pilar dalam program satu rumah satu sarjana, kemudian kami juga memiliki program beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari kota Mojokerto yang sedang berkuliah di luar kota dengan syarat memiliki IPK minimal tiga,” tuturnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan di era disrupsi digital, Pemkot Mojokerto juga telah memberikan fasilitas wi-fi di 158 titik secara gratis pada area publik di seluruh Kota Mojokerto.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga memberikan akses pembelajaran internet gratis beserta sarana dan prasarananya melalui ‘Mobil Telecenter’. Mojokerto kini menjadi kota pertama di Indonesia yang memberikan paket internet gratis untuk para pelajar di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemkot Mojokerto tersebut merupakan langkah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Mojokerto agar memiliki kualitas yang lebih baik demi mendukung rencana pembangunan Nasional 2045, Indonesia memiliki generasi emas,” pungkasnya.

(ncm/ega)

Sumber: DetikNews