Nasional Apa Sumber Hukum Tertinggi dalam Islam? Ini Jawabannya

Apa Sumber Hukum Tertinggi dalam Islam? Ini Jawabannya

BERBAGI

Jakarta

Umat muslim mengacu pada sumber hukum sebagai pedoman dalam menjalani hidup sehari-hari. Jumhur ulama pun sepakat ada sebanyak 4 sumber hukum Islam yang perlu dipahami dan dijadikan pedoman, yakni Al Quran, hadits, ijma, dan qiyas.

Sebelumnya perlu dipahami bahwa sumber hukum Islam merupakan asal tempat pengambilan hukum Islam. Dikutip dari Buku Ajar Pengantar Hukum Islam: Dari Semenanjung Arabia hingga Indonesia karya Dr. Rohidin, S.H, M.Ag, sumber hukum Islam sering diartikan dengan dalil hukum Islam, pokok hukum Islam, atau dasar hukum Islam.

Lalu, apa sumber hukum yang tertinggi dalam Islam di antara 4 sumber hukum tersebut?

Pertanyaan di atas dapat dijawab melalui firman Allah QS. An Nisa ayat 59 yang berbunyi,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT menerangkan dengan jelas bahwa sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah Al Quran. Sebab, hukum Islam itu bersumber dari seluruh perkataan Allah (kalamullah) sebagaimana yang dilansir dari buku Pemikiran dan Filsafat Hukum Islam oleh Prof. Dr. Izomiddin, M.A.

Kemudian, hukum Islam tersebut mencerminkan kehendak-kehendakNya sebagai norma yang mengatur tata hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia lainnya, hingga manusia dengan benda dan alam lingkungan hidupnya. Hal itulah yang dimuat dalam Al Quran hingga disebut sebagai sumber hukum tertinggi Islam.

Menurut buku Ayatul Ahkam: Dasar Seleksi dan Konstruksi karya Dr. Ahmad Sholihin Siregar, MA, hukum-hukum yang ditemukan dalam Al Quran bersifat mengikat dan mengalahkan seluruh hukum yang ditemukan dari sumber lain bila hal tersebut bertentangan. Sebagai sumber hukum yang tertinggi, sumber atau dalil hukum yang lain hanya berfungsi sebagai penjelas isi Al Quran dan pembatas (takhsis).

Al Quran sebagai sumber hukum tertinggi dalam Islam

Al Quran adalah kitab suci yang memuat wahyu (firman) Allah dan disampaikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Pendakwah Syaikh Abdoerraeof dalam Buku Ajar Pengantar Hukum Islam: Dari Semenanjung Arabia hingga Indonesia yang ditulis oleh Rohidin, menyebutkan bahwa Al Quran sebagai sumber hukum Islam tertinggi tidak untuk menghapuskan semua hukum yang telah ada dalam kitab sebelumnya.

Namun, Al Quran juga mengakui hukum-hukum terdahulu selama aturan tersebut sesuai dan tidak bertentangan dengan norma-norma dalam Al Quran.

Al Quran juga merupakan hujjah atau argumentasi kuat bagi Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah kerasulan dan pedoman hidup bagi manusia serta hukum-hukum yang wajib dilaksanakan.

Hal ini untuk mewujudkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah QS. Ibrahim ayat 1,

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Artinya: “Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.”

Sebagai kalam Allah SWT, Al Quran dapat dibuktikan dengan ketidaksanggupan atau kelemahan yang dimiliki oleh manusia untuk membuatnya sebagai tandingan, walaupun manusia itu adalah orang pintar.

Hal tersebut dinukil dari surat Al Isra ayat 88, Allah berfirman:,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Artinya: Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”

Nah, itu dia penjelasan mengenai Al Quran sebagai sumber hukum tertinggi dalam Islam. Bagaimana detikers? Sudah terjawab bukan?

(rah/erd)

Sumber: DetikNews