Nasional 4 Fakta Pegawai Kimia Farma Terkait Terorisme Berperan Galang Dana

4 Fakta Pegawai Kimia Farma Terkait Terorisme Berperan Galang Dana

BERBAGI

Jakarta

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88-AT) baru-baru ini menangkap 4 terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Salah satunya adalah pria inisial S yang belakangan diketahui merupakan pegawai Kimia Farma.

S ditangkap dalam rangkaian operasi Densus 88 Antiteror, di Jalan Harkit Raya, Bekasi Utara Kota Bekasi, pada Jumat (10/9) lalu. Di hari yang sama, tim Densus 88 juga menangkap 3 terduga teroris lainnya, yakni MEK di Bekasi, SH di Grogol Petamburan, Jakbar dan Thoriquddin alias Abu Sursydan di Bekasi Utara.

S sendiri disebut terlibat dalam dugaan pengumpulan dana kelompok Jamaah Islamiyah (JI). S tergabung dalam Perisai Nusantara Esa yang merupakan sayap organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.

Berikut fakta-fakta terkait S dalam dugaan keterlibatan kelompok terorisme yang dirangkum detikcom:

1. Keterlibatan S dalam Kelompok JI

Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyampaikan S tergabung dalam Perisai Nusantara Esa pada 2018. Perisai Nusantara Esa sendiri merupakan sayap organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.

“Terduga S alias MT adalah anggota fund raising Perisai pada tahun 2018,” ujar Aswin melalui keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Selain itu, Aswin mengatakan S pernah menjadi pembina Perisai Nusantara Esa pada 2020. Dia juga tergabung ke dalam Tholiah Jabodetabek, di mana Tholiah merupakan bidang pengamanan orang dan aset milik JI.

“Anggota Tholiah Jabodetabek saat kepemimpinan Hari,” ucapnya.

Simak penjelasan Kimia Farma di halaman selanjutnya

Sumber: DetikNews