Lingkungan Ada Pipa Siluman Di Penampungan Limbah Pabrik PT. BSS Rohil

Ada Pipa Siluman Di Penampungan Limbah Pabrik PT. BSS Rohil

21
BERBAGI

ROHIL, Tribunriau- Rombongan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) beserta Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKpK) menemukan pipa siluman yang tersembunyi di salahsatu ujung kolam penampungan limbah pabrik milik PT BSS Balam Km 23 Rohil, Rabu (7/3/18)

Temuan pipa siluman tersebut didapati ketika rombongan Dinas Lingkungan Hidup, tim LKpk serta beberapa orang dari perusahaan PT BSS saat meninjau 9 kolam penampungan limbah pabrik.

“Saat pengecekan ke kolam Sembilan, tepatnya di samping kolam ditemukan kolam pembuangan limbah kecil dan pipa siluman yang tersembunyi di ujung kolam.

untuk kolam pertama sampai ke kolam yang kelima, itu tidak memungkinkan, karena ukurannya tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan, serta kolam yang keenam sampai kolam yang kesembilan harus ditinggikan,” ujar Ketua tim LKpk, Jamsuri.

Sebelum peninjauan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Suwandi S.Sos dalam keterangannya di ruangan kantor PT. BSS Balam Km 23 menyampaikan bahwa laporan yang disampaikan oleh Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKpK) terhadap masalah kolam penampungan limbah yang berada di pabrik PT. BSS yang berada di Km 23 Balam, Kepenghuluan Bangko Sempurna agar ditinjau kembali.

Ketua tim LKpk Jamsuri saat di ruang rapat kantor PT. BSS mengatakan bahwa pabrik PT BSS diduga telah melakukan pencemaran lingkungan, hal tersebut diketahuinya pada saat kunjungannya pada bulan Desember 2017.

“Pabrik ini diduga melakukan pencemaran terhadap lingkungan, itu kami ketahui saat kunjungan pada bulan Desember 2017 kemaren, kami belum tahu pasti berapa kapasitas kolam yang berisi di kolam penampungan tersebut,” terangnya.

Beberapa pertanyaanpun dilontarkan Jamsuri kepada PT BSS terkait pengolahan limbah, termasuk line aplikasi pembuangan limbah.

“Ada berberapa pertanyaan yang kami pertanyakan ke pihak perusahaan, yang pertama yaitu, apakah kolam ipal sudah sesuai dengan kapasitas volume?, yang kedua apakah limbah cair yang dikeluarkan sudah ada kolam penampungan tersendiri?, yang ketiga apakah PT BSS sudah membuat line aplikasi pembuangan limbah?,” tanyanya kepada pihak perusahaan.

Manager PT. BSS Ahmad dalam rapat tersebut mengatakan bahwa perusahaannya sudah beroperasi selama 6 bulan, dan sebelum beroperasi, pihaknya telah membuat kesepakatan dengan pemilik lahan.

“Kami sudah beroperasi selama Enam (6) Bulan dan sebelum beroperasi kami sudah membuat perjanjian bersama pemilik lahan,” terangnya. (to)