Kegiatan Musdes yang dipandu oleh Kasi Kesra Ade dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Baharudin Noer, Ketua BPD Harsaja Mulyadi, Sekretaris BPD beserta anggota, Koordinator Pendamping Desa P3MD M.Fathi, Korcam Pendamping Desa Ekonomi (PDE), Korcam Pendamping Desa Pembangunan, Ketua TP PKK Deswati, Bhabinkamtibmas Aipda Pamil Saputra, Kadus, RW, RT, Pokja, Bidan Desa, dan lainya.
Sambutan Kepala Desa Balai Makam Agushar yang diwakili oleh Sekretaris Desa Baharudin Noer mengatakan, bahwa Pemerintah Desa Balai Makam mengucapkan terimakasih kepada semua unsur terkait yang telah hadir di Musdes,”dan juga Ketua BPD beserta jajaran yang telah mengundang kita semua yang hadir di Musdes ini tentang RKPDes tahun anggaran 2026,” ujar Sekdes.
Kepada unsur terkait selaku perwakilan yang hadir diacara Musdes, Pemdes Balai Makam berharap bahwa Musdes ini dilaksanakan untuk mendukung salah satu program unggulan Bupati Bengkalis Kasmarni yaitu, pemerataan pembangunan, baik itu pembangunan pemberdayaan dan pembangunan pisik.
“Tentunya dengan adanya amanah tersebut, kita upayakan untuk melakukan musyawarah dengan niat yang baik demi kemajuan Desa Balai Makam.Kemarin memang ada pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, RT, RW tentang kegiatan-kegiatan yang terdahulu, namun dilema karena secara nasional anggaran defisit, itu kita maklumi bapak ibu.Mudah-mudahan di tahun 2026 dengan usulan-usulan yang kita sepakati ini dengan persentase yang agak besar, dapat diakomodir. Mudah-mudahan persoalan-persoalan yang isu-isu nasional selesai dan tidak kita usik-usik lagi,” ujar Sekdes.
Kemudian, Ketua BPD Balai Makam Rajasa Mulyadi mengatakan, bahwa RKPDes perlu dilaksanakan karena untuk memonitor usulan-usulan dari wilayah RT, RW apa sudah ada yang dikerjakan atau belum.”Kami berharap kepada bapak Kepala Dusun (Kadus), RT, RW agar berperan aktif dalam diskusi kita ini, untuk menanyakan apakah sudah ada yang dikerjakan atau belum.Kalau sudah ada yang dikerjakan alhamdulilah, kalau belum ditanyakan lagi.”Mungkin karena kendala masalah keuangan seperti yang dikatakan pak Sekdes tadi.Untuk tidak memperpanjang mukadimah, Musdes ini saya buka secara resmi,” ucap Rajasa sembari menskor 5 menit kegiatan untuk minum kopi.
Selanjutnya, Koordinator Pendamping Desa P3MD M.Fathi menerangkan, bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah terbentuk, namun sesuai arahan informasi yang didapatkan, 30% pagu anggaran dana desa distanbykan untuk Kopdes jika ada bermasalah.”Sesuai dengan regulasi kita harus mengikutinya, mudah-mudahan Kopdes tidak ada bermasalah sehingga pembangunan di desa kita dapat terlaksana semuanya,” kata Fathi.
Kemudian, sambungnya, untuk dana bermasa masih 8 prioritas kegiatan, namun ada pergeseran, yang dahulunya 1 miliar diterima desa, 50% untuk pembangunan infrastruktur dan 50% pembangunan SDM.Sekarang berobah menjadi Rp.750.000.000,- untuk pembangunan pisik sebesar Rp.120.000.000,- dan untuk pemberdayaan Rp.630.000.000,-.BKK Propinsi juga seperti itu lebih diutamakan ke Bumdes untuk meningkatkan perekonomian desa tujuanya Pades.
“Kemudian masalah Pajak Retribusi sudah ada juknisnya, dahulunya sesuai kewenangan desa, sekarang dibagi dua (2) yaitu, 50% untuk pembangunan dan 50% untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).Inilah skema perencanaan desa untuk tahun 2026 nantinya,” ujar Fathi.
Acara selanjutnya dalam sesi tanya jawab, setiap RW dari RW1 sampai RW9 hanya mengusulkan usulan pembangunan pisik yang lama, jadi percuma mengusulkan yang baru.Karena alasan mereka, usulan pembangunan yang lama saja belum dikerjakan, bahkan sudah ada bertahun-tahun lamanya.













