Semesta Riau Nilai Bupati Catur Sugeng Melenceng Jauh Dari Visi Misinya, Masa KAMMI Gelar Aksi...

Nilai Bupati Catur Sugeng Melenceng Jauh Dari Visi Misinya, Masa KAMMI Gelar Aksi Demo

BERBAGI

Bangkinang Kota, TRIBUNRIAU,- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indoneaia (KAMMI) Kabupaten Kampar, gelar aksi Demontrasi di depan kantor Bupati Kampar, nilai Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, gagal dan melenceng jauh menjalankan visi misi serta janji politiknya untuk mensejahterakan masyarakat Kampar.

Aksi demo yang digelar masa KAMMI ini berlangsung damai, Rabu 12/2/2020. Namun mereka merasa kecewa, karena Bupati Kampar Catur Sugeng tidak berada di kantor, masa KAMMI menilai Bupati Catur takut menemui mereka, maka dibuatlah alasan Bupati Catur sedang ada kegiatan lain.

Ketua KAMMI Kampar M.Ikhwansyah dalam orasi yang berapi api menyampaikan, “Hari ini 12 Februari 2020, setahun sudah Catur Sugeng Susanto menjadi orang nomor satu di Kampar, semenjak dipanggil yang kuasa Azis Zinal, artinya Catur Sugeng wajib me jalan visi misinya, serta janji janji politiknya untuk membawa Kampar ini kearah yang lebih baik,” katanya dalam orasi.

“Kenapa hari ini visi misi dan janji politiknya tidak dipenuhi, kemana 3i nya tidak menganggarkan beasisswa untuk mahasiswa S1, sedangkan ini pernah dijanjikan saaat kampanye Azis Catur,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Ikhwan, sebanyak 6.932 kepala keluarga miskin di Kabupaten Kampar, meminta Bupati Kampar serius dalam mengentaskan kemiskinan dengan program program penanganan kemiskinan yang tepat sasaran.

“Pembangunan yang tidak merata serta arah pembangunan yang tidak jelas, sehingga kondisi infrastruktur jalan yang jelek mengakibatkan kecelakaan lalulintas hingga membawa masyarakat sampai kepada kematian,” jelas Ikhwan.

“Terhadap mengganti Kepala Dinas yang tidak maksimal menjalankan tugas lanjut Ikhwan, dinilai Bupati Kampar tidak berani memecat dan menggantinya Kadisnya, apa yang terjadi, sudah lama kami dengar rencana ingin memutasi Kadis, sampai sekarang belum juga terlaksana, ada apa?,” lanjutnya.

Kami menilai, kata Ikhwan, Bupati Kampar juga sangat lemah dalam memberantas korupsi di Kabupaten Kampar ini, sehingga uang rakyar habis digunakan bukan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Kampar.

“Persoalan pengisian kekosongan wakil Bupati Kampar sisa jabatan, Catur Sugeng dinilai gagal menjalankan peran kepala daerah untuk menyelesaikan polemik ini, sehingga kami menilai Bupati Catur lebih ingin sendiri, tidak ingin mempunyai wakil, sehingga tidak perlu ada pembagian tugas dan pembagian yang lain lainnya,” pungkas Ikhwan.(shm)