Infotorial Masyarakat Pematang Pudu Resah Hotmix Jalan Ambruk Padahal Belum Lama Dibangun ?

Masyarakat Pematang Pudu Resah Hotmix Jalan Ambruk Padahal Belum Lama Dibangun ?

BERBAGI

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Sudah 2 hari masyarakat sangat resah dengan ambruk/roboh lebih kurang 1 meter dari lebarnya jalan hingga berlubang, yang merupakan akses keluar masuk masyarakat yang berada di seputaran Jl.Swadaya RT 03 RW 10 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Yangmana jalan itu merupakan yang terdekat akses ke Jalan Rangau menuju ke Jl.Hangtuah atau ke pasar Duri, dan juga menuju Tegar serta Jurong. Bahkan disitu ada SDN 51 yang gurunya dari luar wilayah itu, menggunakan jalan itu datang ke sekolah untuk mengajar setiap harinya, kecuali hari Minggu dan libur. Termasuk TK PAUD, rumah ibadah ada 2.

Keberadaan bangunan jalan yang ambruk/roboh hingga berlubang agak dalam itu, tampak dibawah ada polongan besi untuk arus air ke parit/drainase.

Masyarakat yang sedang melintas naik sepedamotor dan mobil sangat khawatir bila lobang itu akan semakin melebar, bisa mengakibatkan jalan terputus.”Ini bahaya kalau tidak cepat ditangani pemerintah, bisa putus jalan ini kalau lubangnya semakin melebar, bangunan jalan ini sepertinya mudah ambruk/roboh kalau mobil yang melintas dengan angkutan barangnya sangat berat,” ungkap S.Panjaitan pada Tribunriau.Com, Rabu (18/05/22) siang.

Demikian juga dikatakan inisial RH, bahwa ambruk/robohnya bangunan jalan itu karena kontraktornya diduga hanya memikirkan untung saja, tidak memikirkan kwalitas hasil pekerjaan,” seharusnya polongan ini dibangun dan diperbesar lagi, untuk mempercepat arus air yang banyak datang dari arah Jl.Rangau KM 6 dan seberangnya dari wilayah Kelurahan Air Jamban, karena disini rawan banjir kalau hujan lebat datang, apalagi lebih 2 jam,” katanya.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala UPTD Perkimtan Mandau Sri Isgina Hartini melalui saluran Whats App mengatakan, bahwa ia belum mengecek ke lapangan, jadi belum bisa menjawab pertanyaan wartawan.

“Belum lihat kondisi dilapangan, nanti kami tindaklanjuti,” jawabnya singkat.

Begitu juga Camat Mandau Riki Rihardi belum memberikan suatu komentar ketika ditanyakan melalui saluran WAnya.

Bangunan jalan itu secara hotmix dikerjakan oleh kontraktor pada Desember 2021 dengan CV.Bangun Line Indo, dan Konsultan Pengawas CV.Titah Paduka, sumber dana APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2021 sebesar Rp.296.800.000, dengan volume pekerjaan tidak dicantumkan pada plang proyek. Proyek tersebut dari Dinas Perkimtan (perumahan, permukiman dan pertanahan) Bengkalis.

Pihak kontraktor dan konsultan pengawas belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini diterbitkan.(jlr).