
ROKAN HULU, Tribun Riau- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Rohul, Drs Yusmar M.Si, menyatakan bahwa lintasan yang akan dilalui pada rencana kegiatan Festival Tradisi Rakit Sungai Rokan se-Kabupaten Rohul pada tanggal 1 hingga 3 Desember 2018, dinyatakan layak dan aman.
Menurut Kadisparbud Rohul, Minggu 21 Oktober 2018 kemarin, dirinya sudah melakukan survey lintasan yang akan di lalui rakit, para peserta Festival Tradisi Rakit Sungai Rokan. Dalam survey, juga diikuti Kepala Bidang Kebudayaan, Kabid Objek dan Kabid Pemasaran Pariwisata serta jajarannya, budayawan Junaidi Syam, termasuk tim BPBD Rohul mulai.
“Survey kita laksanakan dengan menggunakan perahu karet, dari hulu sungai Batang Lubuh Rokan I Pasir Pangaraian hingga ke tempat finish nantinya, di Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan. Nantinya agenda yang sudah kita jadwalkan dilaporkan ke Bupati Rohul, H Sukiman, karena masih ada persiapan sebulan lagi,” jelas Yusmar, Senin (22/10/2018).
Jadwal awal, kegiatan tersebut digelar pada 1 hingga 3 Desember 2018 mendatang. Pihak Disparbud Rohul, juga akan menyampaikan jadwal kegiatan tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau, serta pejabat di Provinsi Riau.
“Survei yang kita lakukan, selain kelayakan lokasi, juga mengukur debit air, laju arus asir sungai, serta mana-mana saja yang nantinya akan dijadikan tempat persingahan bagi peserta Festival Tradisi Rakit Sungai Rokan,” ungkap Yusmar.
Kegiatan yang dilaksanakan, sudah pernah ada dulunya. Kini upaya Pemkab Rohul melalui Disparbud Rohul untuk menarik minat wisata dan agenda tahunan di Rohul, sehingga Rohul memiliki ikon kegiatan tradisi yang digelar setahun sekali.
“Kegiatan digelar antar daerah, namun luar dareah juga dibolehkan. Peserta dari luar daerah dikenakan biaya pendaftaran. Karena Disparbud menyiapkan untuk dana oembuatan 30 rakit, diantaranya untuk 16 kecamatan, 10 organisasi kemasyarakatan, 4 lagi direncanakan rakit terapung tempat empat kali persingahan,”
“Start nantinya dari jembatan Batang Lubuh, Pasir Pangaraian, kemudian peserta akan sinmggah di empat persingahan yang diseiapkan panitia, yakni di Desa Muara Rumbai, Kecamatan Rambah Hilir, di Tanjung Alam dan finish di Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan,” jelas Yusmar.
Kegiatan nantinya kata Yusmar, memakai etafe, dan setiap etafe peserta bermalam. Kemudian pada malam ketiga finihs di Kota Tengah dan langsung pembagian hadiah kepada pemenang.
“Rencananya akan diudang, Bupati dan Forkompinda, juga akan diberitahukan ke Disparbud Provinsi, sehingga kita lakukan survey dan persiapan sebulan. Karena rakit adalah alat trasportasi sungai yang sangat tradisional dan sederhana, dulunya digunakan oleh masyarakat sepanjang Sungai Rokan dimasa lampau berakhir tahun 1990,” ucap Yusmar.
Perlu diketahui, bahw rakit semula sebagai sarana angkut masyarakat dalam membawa hasil bumi, untuk dijual ke agen-agen terdekat sampai ke Rangau Bagan Siapi-Spi. Kegiatan perlombaan Festival Tradisi Rakit Sungai Rokan se-Kabupaten Rohul di Rohul, dulunya bernama Rakit kreatif dan sudah dilaksanakan 3 kali berturut-turut yakni tahun 2005, 2006 serta 2007.
“Jelasnya, setelah dilakukan survey kita akan lakukan pertemuan dengan Bupati Rohul, kemudian melakukan berbagai persiapan. Sehingga pada hari H setelah nantinya ditetapkan Bupati kapan digelar, maka pelaksanaannya kita harapkan bisa sukses dan berjalan sesuai dengan yang kita agendakan. (Mad).









