Tajuk Impian Anak Petani Jadi Kenyataan

Impian Anak Petani Jadi Kenyataan

BERBAGI

Bengkalis, Tribunriau – Impian merupakan suatu cita-cita/harapan insan manusia dimasa yang akan datang. Terkadang ada yang menjadi kenyataan dan ada juga yang tidak terwujud alias bertolak belakang dari apa yang diimpikan.Namun, insan manusia tetap menjalani hidupnya dengan apa yang dialaminya dimasa depan.Karena, mengejar impian diperlukan kerja keras, tekad, komitmen, kesabaran dan pantang menyerah.  

Seperti yang dilakukan oleh seorang Sutrisno, terlahir sebagai anak desa dari keluarga yang kekurangan alias jauh dari dunia glamour dan hiruk pikuknya kendaraan.Memiliki impian/ bercita-cita sejak di bangku SD (Sekolah Dasar) bisa sekolah di kota besar dan menjadi karyawan kantoran yang berpakaian rapi.

Kini anak petani tersebut menduduki di kursi humas sebuah perusahaan yang memproduksi minyak kelapa sawit di Duri. Hal itu diceritakan oleh Sutrisno ketika wartawan media ini berbincang akrab di ruangan kantornya, Senin (01/11/21) siang.

Diungkapkan Sutrisno, bahwa keberhasilannya sekarang ini tidak luput dari didikan sang ayah dan ibu angkatnya dengan keras.Mengingat pekerjaan ayah sebagai petani  yang tinggal di Desa Terusan, Kabupaten Kampar dengan penghasilan dari pertanian masih pas-pasan, apalagi diwaktu zaman itu harga hasil ladang petani masih kecil, dibandingkan zaman sekarang sudah tinggi, sehingga banyak juga orang kota pindah ke desa untuk bertani.

“Pernah kami sekeluarga makan nasi dengan garam, hal itu jugalah yang memacu semangat saya untuk memotivasi diri meraih cita-cita/impian, dan ketika kami berkumpul sekeluarga mengingat itu, kami jadi tersenyum dan tertawa,” kata Sutrisno.

Dilanjutkannya, ia adalah anak ke lima (bungsu) dari 5 bersaudara, yang lahir pada 3 Agustus 1993 di Desa Terusan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, dari pasangan suami istri alm. Yahya (ayah) dan Nanti (ibu).Saudara perempuan yaitu, Yandrawati dan Darni, saudara laki-laki yaitu, Nurman dan Dermawan (kini mereka masing-masing sudah menikah).

Sutrisno diapit bersama alm ibu angkatnya Hj Maimanah Umar dan ibu kandungnya. Nanti

“Saya bisa tamat sekolah SMP dan SMA hingga mendapat gelar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Riau (UNRI) di Pekanbaru, karena disupport oleh ibu angkat saya Dr.Hj.Maimanah Umar, MA Dosen di Universitas Sultan Syarif Kasim Riau ( UIN Susqa), pernah menjadi anggota DPRD dan DPD RI.Beliau sudah seperti ibu saya sendiri, mendidik saya dengan keras juga, jasanya sangat banyak bagi saya, yang tak pernah saya lupakan, dan ini sangat memotivasi saya untuk menyelesaikan kuliah saya di Unri,” terang Sutrisno.

Setelah tamat kuliah dan mendapat gelar Sarjana Hukum, sambungya, ia kemudian dipercaya menjadi staff anggota DPD RI, GA & HRD Manager di salahsatu perusahaan Finance di Pekanbaru, Koordinator HRD di salahsatu perusahaan swasta Pekanbaru, Social Security Lisence (SSL) di salah satu perusahaan swasta Pekanbaru, dan sekarang Humas di PT.PCR Duri, serta masih lajang/belum menikah.

“Motto hidup saya, dibalik kesulitan terdapat kemudahan,” tutup Sutrisno, yang pernah duduk dibangku SDN 002 Teratak Buluh, MTS Masmur Pekanbaru, dan SMAN 02 Pekanbaru.(jlr).