Tribun Riau- Meskipun pihak redaksi Asia Sentinel sudah merilis permintaan maaf kepada mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat, hal tersebut belum dianggap selesai.
Politisi Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitternya, Rabu (19/9/2018) menyatakan bahwa masalah pemberitaan Asia Sentinel tersebut belum selesai.
Dikatakannya, Partai Demokrat yang dirugikan dalam pemberitaan tersebut, khususnya SBY akan mengejar pihak dari dalam negeri yang telah menyebarkan info fitnah tersebut.
“Akhirnya John Berthelsen dan Asia Sentinel meminta maaf pada SBY dan Partai Demokrat. Ini belum selesai, fihak dalam negeri yg menyebarkan info fitnah akan kami kejar.” tulis @AndiArief__.
Sebelumnya, Asia Sentinel telah merilis permintaan maaf kepada SBY dan Partai Demokrat dengan judul “Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia” pada Rabu (19/9/2018).
Dalam rilis tersebut, Asia Sentinel mengakui bahwa pemberitaannya telah melanggar kode etik.
Pada alinea terakhir, pihak Asia Sentinel menyatakan rasa hormatnya kepada mantan Presiden yang pernah menjabat 2 periode tersebut.
“Finally Asia Sentinel would like to express its high regard for President Susilo Bambang Yudhoyono, who has served his country with distinction and is widely respected as an Asian statesman,” tulis Asia Sentinel mengakhiri rilis permintaan maaf tersebut. (red)
Akhirnya John Berthelsen dan Asia Sentinel meminta maaf pada SBY dan Partai Demokrat. Ini belum selesai, fihak dalam negeri yg menyebarkan info fitnah akan kami kejarhttps://t.co/oLhe8r4tAz
— andi arief (@Andiarief__) September 19, 2018











