Lingkungan AIR Desak Presiden Jokowi Copot Menteri LHK Siti Nurbaya

AIR Desak Presiden Jokowi Copot Menteri LHK Siti Nurbaya

BERBAGI

Tribunriau- Akibat dari cuitan di Twiter oleh Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Siti Nurbaya Bakar (3/11/2021) lalu, banyak pihak terutama NGO pecinta Lingkungan Hidup di Indonesia merasa tersinggung atas pernyataan tersebut, yang seharusnya sebagai pembantu Presiden memberi kesejukan di tengah-tengah masyarakat.

Betapa tidak, dengan beraninya Menteri Siti Nurbaya menyebutkan ‘Pembangunan besar – besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi’.

Beragam komentar miring dialamatkan kepada Menteri yang seharusnya sebagai Garda terdepan untuk menyelamatkan Hutan Alam di Indonesia yang sudah mulai rusak parah akibat dari ulah Koorporasi dan cukong-cukong ileggal logging.

“Sebaiknya Menteri Siti Nurbaya sudah selayaknya dicopot dari jabatannya oleh Presiden Jokowi karena kurang keberpihakan terhadap Lingkungan hidup yang lestari. Sebaiknya diganti oleh orang yang proporsional dan yang peka terhadap jeritan rakyat,” tegas Darwis Joon Viker, Direktur Eksekutif AIR (Alam Indonesia Riau) via ponselnya, (5/11/2021).

Sementara, dalam akun Twitter @walhinasional, Walhi menganggap Siti lebih mendukung pembangunan skala besar daripada melindungi lingkungan hidup dan kehutanan sebagai tugas pokok seorang Menteri LHK.

“Menteri Lingkungan Hidup tapi kok malah pro banget sama pembangunan skala besar yang jelas2 berpotensi merusak lingkungan hidup sebuah kementerian yg harusnya menjadi pelindung kan,” tulis Walhi dalam akun Twitter @walhinasional yang dikutip Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Walhi mengingatkan kepada Siti Nurbaya bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis iklim.

Menurut Walhi, pernyataan Siti Nurbaya memperlihatkan Indonesia masih disibukkan dengan prioritas pembangunan daripada menjaga lingkungan hidup.

Hal senada dikatakan M Iqbal Damanik, Juru Kampanye Greenpeace Indonesia menyayangkan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar yang disampaikan melalui akun Twitter.

Siti menyebutkan, pembangunan besar-besaran di era Presiden Joko Widodo tidak boleh berhenti karena emisi karbon dan deforestasi.

“Sangat disayangkan Indonesia memiliki Menteri Lingkungan Hidup yang pro terhadap pembangunan skala besar yang jelas-jelas berpotensi merusak lingkungan hidup,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Greenpeace juga menegaskan bahwa perlunya merevisi seluruh izin-izin yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan RI. Karena penggundulan hutan secara tidak teratur akan memperburuk dan merusak ekosistim lingkungan hidup, serta mempercepat perubahan iklim. (rilis)