Beranda blog Halaman 1271

Mencurigakan, Tiga Orang Diamankan dari Gereja Dekat Mako Brimob

Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap tampak mengamankan 2 pria dari gereja
Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap tampak mengamankan 2 pria dari gereja

DEPOK, Tribun Riau- Dinilai gerak-geriknya mencurigakan, tiga orang langsung diamankan dari 2 gereja yang berada di dekat Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat.

Dua gereja tersebut yaitu GPIB Gideon dan Gereja Katolik Santo Thomas. Pada pukul 10.10 WIB, sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap merengsek masuk ke dalam gereja, setelah keluar dari gereja tersebut, tampak mereka menggiring 2 pria.

Kedua pria tersebut dibawa ke halaman parkir gereja. Pria pertama tampak mengenakan kemeja biru dengan jins abu-abu, sedangkan pria lainnya mengenakan kaos oblong hitam dan jins hitam, serta membawa tas ransel warna hitam.

Anggota Brimob tampak menanyakan beberapa hal pada kedua pria itu. Namun, tak lama kemudian keduanya dilepas. Dari informasi yang didapatkan, tas pria itu sempat digeledah tetapi isinya hanya pakaian.

Tak berapa lama, ada insiden lain di Gereja Katolik Santo Thomas. Pastor Rekan Gereja Santo Thomas Yustinus JS mengaku curiga dengan seorang wanita yang berada di gereja tersebut.

“Kebetulan kalau dari altar, romo yang memimpin itu bisa melihat seluruh umat. Kemudian ada 1 yang dari gerak-gerik sejak awal mencurigakan karena tidak menunjukkan identitasnya sebagai orang Katolik, kemudian terlihat jelas pada saat komuni karena dia tidak menerima komuni secara normal. Kemudian saya meminta misdinar supaya mengikuti orang itu dan meminta kepada petugas liturgi supaya melaporkan kepada petugas keamanan,” ucap Yustinus ketika ditemui.

Seorang yang diamankan tersebut merupakan seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Eka Yuanita. Setelah ditanya identitasnya dan lain-lain, Yustinus menyebut menurut laporan keluarganya, Eka mengalami gangguan jiwa.

“Siapa pun yang menjumpai orang yang tidak dikenal dan mencurigakan kemudian menghubungi pihak keamanan. Jadi kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman sekalian (anggota Brimob) dan juga duduk di antara umat,” ucap Yustinus. (dtc/red)

Ini Runutan Waktu Bom Gereja di Surabaya hingga Jumlah Korban

Lokasi gereja di Surabaya pasca bom meledak
Lokasi gereja di Surabaya pasca bom meledak

SURABAYA,Tribun Riau- Hanya berselang beberapa menit, sebanyak tiga bom meledak di Surabaya.

“Mengenai waktu, bom di masing-masing TKP berselang beberapa menit,” kata Kadiv Humas Kombes Pol Frans Barung Magera kepada wartawan saat di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Barung menjelaskan bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah Jalan Ngagel Madya Utara terjadi pukul 06.30 WIB.

“Bom bunuh diri pertama kali terjadi di Ngagel pukul 06.30 WIB,” tambah Barung.

Kejadian kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, sekitar pukul 07.15 WIB. Dan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno terjadi pukul 07.53 WIB.

“Kejadian kedua terjadi pukul 07.15 di GKI Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno terjadi pukul 07.53 WIB,” tambah Barung.

Dia pun mengimbau agar warga tidak share foto-foto korban dan TKP.

Jumlah Korban
Sedangkan untuk Korban luka hingga saat ini bertambah menjadi 41 orang. Korban tewas menjadi 10 orang.

“Korban tewas menjadi 10 orang. Sedangkan korban luka menjadi 41 orang,” kata Kadiv Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan saat di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Ahad (13/5/2018).

Dia merinci korban tewas berada di tiga rumah sakit. Yakni 1 orang meninggal di RSU dr Soetomo, 1 orang meninggal di RS Bedah Surabaya dam 8 orang meninggal di lokasi gereja. (dtc/red)

Ancaman Iran Terhadap Israel yang Campuri Urusan Suriah

TEHERAN, Tribun Riau- Seorang ulama terkemuka Iran pada Jumat (11/5) memperingatkan Israel bahwa mencampuri urusan negaranya akan menghancurkan negara Yahudi itu. Pernyataan itu muncul di tengah usaha Iran untuk tetap berada dalam kesepakatan nuklir.

Serangan udara Israel menyasar instalasi militer Iran di Suriah pada Kamis (10/5). Serangan paling besar yang pernah terjadi sejak perang Timur Tengah 1973 itu merupakan balasan atas serangan roket Iran pada posisi Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Hal itu adalah konfrontasi militer paling serius di antara dua saingan hingga saat ini.

Dilansir laman AP, Ayatoulah Khatami mengatakan Israel tidak akan ada dalam 25 tahun ke depan dan akan menghadapi kehancuran jika terus menantang Iran. “Iran akan meningkatkan kemampuan rudalnya dari hari ke hari sehingga Israel tidak akan bisa tidur nyenyak dan akan terus menghantui negara Yahudi itu,” katanya, menurut televisi pemerintah.

Ucapannya itu mendukung teriakan Death to America! dari mereka yang berkumpul untuk shalat Jumat di Teheran. Ribuan masyarakat kemudian berdemonstrasi di seluruh negeri untuk memprotes penarikan AS dari kesepakatan nuklir oleh Donald Trump.

Presiden Hassan Rouhani berupaya mencari kesepakatan dengan Barat. Ia juga berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan kekuatan-kekuatan dunia sambil berusaha menenangkan para garis keras yang mencari pembalasan atas serangan-serangan Israel. Dalam pernyataan pemerintah yang panjang pada Jumat, pemerintah Iran memperingatkan bahwa akan melakukan apa saja sebagai tindakan timbal balik yang dianggapnya bijaksana menghadapi penarikan diri AS.

Ia menyerukan kepada pihak lain terutama Inggris, Prancis, dan Jerman untuk menjaga kesepakatan. Menurutnya, tidak ada keputusan yang dapat dinegosiasikan dengan cara apa pun. Pada saat yang sama, pemerintah mengatakan telah menugaskan presiden Organisasi Energi Atom Iran untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan skala industri tanpa batasan.

Setelah Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan pada Selasa, Rouhani memperingatkan bahwa Iran akan melanjutkan pengayaan uranium pada tingkat yang lebih tinggi jika kesepakatan itu runtuh. Dia memerintahkan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif untuk bernegosiasi dengan negara-negara yang masih dalam kesepakatan untuk mencoba menyelamatkannya. Zarif mencari jaminan yang diperlukan dari lima pihak lain dalam perjanjian tersebut. (rci/red)

Mengadu ke DK PBB, Warga Rohingya Ini Dicari Tentara Myanmar

Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Pengungsi Rohingya di Bangladesh

NAYPYITAW. Tribun Riau- Penduduk desa Rohingya yang berbicara kepada delegasi Dewan Keamanan PBB di Rakhine pekan lalu, kini bersembunyi karena ditargetkan oleh badan keamanan Myanmar. Hal itu diungkapkan oleh salah satu anggota masyarakat.

Penduduk desa tersebut berbicara kepada delegasi saat mereka berkunjung ke Rakhine utara bulan ini. Mereka kemudian menceritakan kekerasan yang mereka alami oleh militer Myanmar. Kini mereka terpaksa melarikan diri setelah badan keamanan meluncurkan perburuan untuk mereka.

Seorang wartawan Rohingya mengaku kepada the Guardian bahwa sebelum datangnya delegasi itu, pihak berwenang di kota Maungdaw telah memperingatkan Rohingya di desa-desa sekitarnya agar tidak memberi tahu apa pun yang merugikan tentang pemerintah atau pasukan keamanan. “Siapa pun yang tidak mematuhi peringatan akan menghadapi konsekuensi keras, pihak berwenang mengancam,” kata wartawan itu.

Sebagian besar penduduk menolak untuk berbicara dengan utusan tersebut setelah ancaman itu keluar. Sementara di desa Nolboinna, tiga remaja laki-laki dan seorang wanita setengah baya bersedia menentang perintah dan menceritakan semuanya kepada utusan Dewan Keamanan PBB itu.

Segera setelah utusan tersebut meninggalkan Nolboinna, agen dari Sa Ra Pa atau unit intelijen militer dan penjaga perbatasan polisi (BGP) Myanmar tiba di desa mencari Rohingya yang telah berbicara dengan mereka. Sekarang mereka terpaksa melarikan diri demi keselamatan mereka.

“Beberapa agen intelijen yang menemani utusan telah memfilmkan percakapan antara penduduk desa Rohingya dan utusan di Nolboinna,” kata wartawan, yang meminta untuk tetap tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Agen Sa Ra Pa menunjukkan beberapa klip video itu kepada administrator desa dan penduduk desa Nolboinna lainnya dan meminta bantuan mereka untuk mencari tahu empat warga desa Rohingya. “Kami tidak tahu apakah mereka masih di Myanmar atau telah menyeberang ke Bangladesh,” ujarnya.

Administrator dan penduduk desa lainnya mengatakan kepada militer bahwa mereka tidak tahu keberadaan tiga anak laki-laki dan perempuan itu. Akan tetapi menurut seorang aktivis politik Rohingya yang berbasis di Bangladesh Ko Ko Linn, badan-badan keamanan masih melakukan pencarian di seluruh desa di wilayah itu.

“Karena berbicara jujur, keempat penduduk desa Rohingya menanggung konsekuensinya. Seperti yang terjadi dalam kasus beberapa orang lain di masa lalu, mereka diburu oleh pasukan Myanmar,” kata Linn.

Selama kunjungan seharian ke Rakhine pada 1 Mei, utusan DK PBB mengunjungi beberapa desa Rohingya. Kunjungan itu bertujuan untuk mendengar pengalaman langsung kekerasan selama penumpasan keamanan dari sebanyak mungkin warga desa Rohingya.

Sebagai hasil dari temuan mereka di perjalanan, pada Rabu (9/5), Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada Myanmar untuk mempercepat upaya untuk memastikan kembalinya Rohingya yang aman. Pihaknya juga meminta agar Myanmar segera menahan para pelaku serangan yang bertanggung jawab terhadap minoritas Muslim.

Dalam sebuah rancangan laporan, anggota dewan menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk melakukan penyelidikan transparan atas tuduhan penyalahgunaan hak asasi manusia dan pelanggaran.

Beberapa laporan penduduk desa Rohingya ditargetkan oleh badan keamanan setelah mereka melaporkan pelecehan dan kekerasan terhadap pengamat dan media internasional juga terjadi di masa lalu. Perempuan Rohingya Noor Jahan dan Jamalida Begum terpaksa melarikan diri ke Bangladesh pada Desember 2016 setelah berbicara dengan wartawan. Sementara empat pria yang menceritakan kepada mantan jenderal keamanan PBB Kofi Annan tentang penderitaan mereka, telah dipenjara. (rci/red)

Sambutan Zulhasan untuk ‘Raja Dangdut’

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan

JAKARTA,Tribun Riau- Dinilai tokoh yang sangat kuat di masyarakat, Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhasan) menyebut bergabungnya Rhoma Irama ke partainya sebagai kehormatan.

“Tentu ini satu kehormatan yang besar, Bang Haji legenda seniman musik Indonesia yang sangat kuat di akar rumput, insyaallah nanti akan bergabung dengan PAN,” kata Zulkifli kepada wartawan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5/2018).

Bergabungnya Rhoma diyakini Zulkifli membawa pengaruh besar bagi PAN khususnya terkait Pemilu 2019. Jaringan Partai Idaman yang dipimpin Rhoma sudah berada di wilayah Indonesia.

“Jaringannya luas, tentu ini akan memperkuat penggalangan kita di bawah,” sambungnya.

Masuknya Rhoma ke PAN disebut Zulkifli menjadi bukti PAN mendapatkan kepercayaan. PAN bersama Rhoma dan Partai Idaman akan bergerak bersama di tingkat kabupaten/kota hingga pusat.

Sementara itu, Rhoma sebelumnya menegaskan partainya tidak akan bubar meski bergabung dengan PAN. Idaman menurut Rhoma akan berkoalisi menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

Partai Idaman dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak gugatan yang diajukan Partai Idaman terkait keputusan KPU tentang partai peserta pemilu. (dtc/red)

IAIN Bukit Tinggi Larang Cadar, Ini Seruan FPI

Aksi massa sejumlah ormas Islam di Bukittinggi soal pelarangan cadar oleh IAIN Bukittinggi, Jumat (11-5)
Aksi massa sejumlah ormas Islam di Bukittinggi soal pelarangan cadar oleh IAIN Bukittinggi, Jumat (11-5)

BUKIT TINGGI, Tribun Riau- Front Pembela Islam (FPI) Sumatra Barat ikut turun ke jalan untuk melakukan aksi damai di Bukittinggi, Jumat (11/5) ini. Bersama dengan ratusan umat Muslim, FPI menyerukan penghapusan sikap diskriminatif oleh pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi terhadap penggunaan cadar.

Poin tuntutan lain yang disampaikan dalam long march dari Lapangan Kantin menuju DPRD Kota Bukittinggi adalah pencopotan Rektor IAIN Bukittinggi, Ridha Ahida. Ridha dianggap abai dalam menerima masukan tokoh masyarakat terkait pembatasan cadar di lingkungan akademik.

“Muslimah memiliki hak konstitusi untuk amalkan keyakinannya. Hargai dong yang bagi mereka menilai (bercadar) sunah atau wajib. Menteri Agama harus pecat orang seperti ini (rektor), tak paham dengan kearifan lokal,” jelas Ketua FPI Sumbar, Buya Busra Khatib Alam, usai mengikuti aksi damai, Jumat (11/5).

Busra menambahkan, sebelum masuk ke dalam poin penggantian rektor, FPI dan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya hanya menuntut penghapusan sikap diskriminatif terhadap pengguna cadar di kampus IAIN Bukittinggi. Bagi ormas Islam, lanjut Busra, bila kampus mau melunak dan memberi ruang bagi Muslimah bercadar menjalankan keyakinannya, maka polemik ini tak perlu diperpanjang.

“Santri yang sejak SMP-SMA pakai cadar, waktu masuk kampus dengan berat hati mereka (diminta) buka cadar mereka, bagaimana hati mereka?” ujar Busra.

Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Bukittinggi dan Agam Ridho Abu Muhammad juga menilai, pihak kampus cenderung menutup diri untuk mendengar masukan dari tokoh ulama dan masyarakat sekitar. Ia juga melihat IAIN Bukittinggi terkesan tidak acuh terhadap Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang diterbitkan Ombudsman RI yang menyatakan Rektor IAIN Bukittinggi telah melakukan maladministrasi.

“Beliau tidak hiraukan suara sekitarnya dan terkesan menentang masyarakat. Kalau lembaga independen (Ombudsman) saja sudah menyatakan itu, ya itu blunder sendiri buat kampus. Dan kami tak ingin hak-hak mahasiswa dikebiri,” jelas Ridho.

Rencananya, tanggal 14 Mei 2018 mendatang perwakilan ormas Islam akan bertemu dengan Itjen Kementerian Agama untuk membahas perkembangan kasus ini. Pertemuan ini difasilitasi Pemkot Bukittinggi yang sebelumnya memang didesak melakukan mediasi antara ormas Islam dengan IAIN Bukittinggi.

“Pak Wali Kota (Ramlan Nurmatias) memfasilitasi kami. Beliau minta kami sampaikan langsung permintaan ke Itjen yang akan datang nanti,” jelas Ridho.

Polemik cadar belum reda hingga kini. Pihak kampus juga bergeming atas keputusannya dalam membatasi penggunaan cadar, meski Ombudsman RI Sumbar sudah menerbitkan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang menyatakan Rektor IAIN Bukittinggi telah melakukan maladministrasi dalam membuat kebijakan cadar.

Ormas Islam berharap, pihak kampus mampu melunak dan membuka diri terhadap hak-hak Muslimah dalam mengenakan cadar. (rci/red)

Selama Ops Patuh Muara Takus 2018 di Rohil, Jumlah Tilang 1.261

Kasat Lantas Polres Rohil, A Chandra Pietama
Kasat Lantas Polres Rohil, A Chandra Pietama

ROHIL, Tribun Riau- Selama operasi Patuh Muara Takus tahun 2018 yang digelar oleh Satlantas Polres Rohil sejak 26 April 2018 hingga 09 Mei 2018 lalu, jumlah tilang yang dikeluarkan sebanyak 1.261 kasus.

Demikian dikatakan Kasatlantas Polres Rohil, AKP A.Chandra Pietama SH SIK saat menggelar press release Operasi Patuh Muara Takus 2018, Sabtu (12/5/2018).

“Jumlah tilang kendaraan bermotor sebanyak 1.261 tilang, didominasi oleh sepeda motor, penggunaan helm dan melawan arus. Sedangkan teguran kendaraan bermotor sebanyak 189 teguran,” terangnya.

Dilanjutkan Kasatlantas, untuk jumlah Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ada 3 kasus, 2 meninggal dua dan satu luka ringan.

“Sedangkan perbandingan pelanggaran pada tahun 2017 hingga tahun 2018, jumlah pelanggaran menurun sebanyak 439 pelanggaran,”urainya.

Kasatlantas juga menyatakan, setelah operasi Muara Takus 2018 ini ditutup, pihaknya akan menyiapkan operasi ketupat dalam rangka menyambut Lebaran 2018.

“Adapun Pos yang akan dipersiapkan di bagi menjadi Tiga (3) titik yaitu,pos pertama di depan Mesjid Jalan Lintas Sumatra Rantau Bais,titik yang ke Dua (2) yaitu,di wilayah Km (24) Balam,dan titik yang ke Tiga (3) yaitu di depan Hotel Suzuya Bagan Sinembah,” terangnya.

Kasatlantas menghimbau agar semua masyarakat menjaga keamanan dan keselamatan bersama, menghindari membawa penumpang yang melebihi atau penumpang yang menumpuk. “Apabila masyarakat hendak mudik lebaran nantinya, masyarakat bisa menitipkan rumahnya kepada Babhinkamtibmas ataupun Polsek terdekat,” harapnya.(to)

Gunung Merapi di Yogya Erupsi, Ini Imbauan Sultann

YOGYAKARTA, Tribun Riau- Gunung Merapi yang berada di Yogyakarta mengalami erupsi freatik, Jumat pagi (11/5) pukul 07.32 WIB. Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakatnya agar tetap tenang.

Letusan tersebut menyebabkan
hujan abu di beberapa tempat , khususnya di bagian selatan hingga barat daya dari puncak kawah Gunung Merapi.

“Masyarakat tenang saja. Saya kira tidak dari aktivitias yang dari awal sudah siaga, Kan hanya 20 menit erupsinya. Semoga saja tidak keluar lagi,kata Sultan kepada wartawan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (11/5).

Menurut Sultan sampai saat ini BMKG DIY belum menetapkan bahwa erupsi
freatik Gunung Merapi bahaya. Nanti kita lihat. Karena itu Pemda DIY belum menetapkan status tanggap darurat, Saya kira masayrakat Yogyakarta sudah pengalanman dengan adanya abu kelud dan sebagai.

Sultan mengimbau kepada masyarakat kalau membersihkan abu Merapi di
atas jangan memancat karena licin. Untuk pencegahan masyarakat kalau
keluar rumah gunakan kaca mata dan masker. Sultan berharap erupsi
freatik Merapi tidak berlanjut dan berhenti. (rci/red)

Ini Dampak Tertangkapnya ‘Anak Buah’ Kemenkeu

JAKARTA, Tribun Riau- Tertangkapnya oknum pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menurunkan kepercayaan masyarakat untuk bayar pajak. Hal itu bisa berdampak pada penurunan penerimaan negara.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan, tertangkapnya oknum tersebut bisa menciderai kepercayaan masyarakat pada Kemenkeu. Padahal, Kemenkeu memiliki tugas penting yakni mengelola anggaran negara.

Dia menuturkan, jika kepercayaan masyarakat memudar maka penerimaan negara bisa turun karena mereka enggan membayar pajak.

“Ini yang harus dilakukan penertiban karena mencoreng Kemenkeu, karena ini menghambat sumber penerimaan terutama dari sisi perpajakan dan sebagainya. Karena ini berkaitan trust publik terhadap pemerintah khususnya Kemenkeu sebagai otoritas pengumpul pajak, yang merencanakan anggaran,” kata dia di Jakarta, Senin (8/5/2018)

Dampak selanjutnya, kata dia, hal tersebut menghambat program-program yang diterapkan pemerintah.

“Kalau ada kasus-kasus seperti ini dan menyebabkan trust publik berkurang. Ini akan mengurangi efektivitas daripada berbagai kebijakan atau program pemerintah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Faisal mengatakan, Kemenkeu mesti memberi sanksi tegas supaya kasus serupa tidak kembali terulang. Dia juga menyebut harus ada upaya pencegahan.

“Oleh karena itu harus tegas dari institusi, Kemenkeu melakukan tindakan tegas. Bukan saja hanya yang tertangkap, tapi mereka yang ada di dalam,” tutupnya.

Sebagai informasi, oknum pegawai Kemenkeu berinisial YP terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada pekan lalu. Dia tertangkap karena dugaan gratifikasi terhadap penyelenggara negara. Gratifikasi itu berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara Perubahan (APBNP) 2018. (dtc/red)

Aksi Mahasiswi Ini Membuat Penjambret Tersungkur

PEKANBARU, Tribun Riau- Seorang mahasiswi berinisial UK (24) berhasil membuat penjambret tersungkur, meskipun 2 dari 3 orang penjambret tersebut akhirnya berhasil melarikan diri, Selasa (8/5/2018) malam di jalan Mekar Sari, depan Kantor PMI Kelurahan Tangkerang Selatan, Pekanbaru Riau.

Tersungkurnya penjambret tersebut dari motor disebabkan upaya nekad UK yang sempat menendang bagian belakang motor si penjambret, setelah jatuh tersungkur, 2 orang penjambret berhasil meraih motor lalu melarikan diri, namun 1 orang teman penjambret tersebut tidak berhasil menaiki motor sehingga tertinggal dan berusaha melarikan diri dengan cara berlari.

Tak tinggal diam, UK langsung berteriak meminta tolong dan mendapat perhatian warga di sekitar, 1 dari 3 penjambret yang tertinggal tersebut berhasil diringkus warga yang akhirnya dibawa aparat ke Polsek Bukit Raya untuk diperiksa.

“Korban kemudian berteriak minta tolong saat melihat salah satu pelaku kabur dengan cara berlari karena ditinggalkan oleh dua rekannya yang kabur menggunakan sepeda motor,” tutur Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda, Rabu (9/5/2018) siang.

Namun, sayangnya pelaku berhasil memboyong barang korban berupa Handphone.

“Handphone korban dibawa kabur dan yang bersangkutan sudah membuat laporan di Mapolsek Bukit Raya. Atas kejadian tersebut, kerugian yang dialaminya Rp2.300.000,” pungkasnya. (grc/red)

Terbaru

Populer