Sosbud Memburu Aktor Intelektual Perampasan Tanah Sabri Mengatas Namakan Wakaf

Memburu Aktor Intelektual Perampasan Tanah Sabri Mengatas Namakan Wakaf

12
BERBAGI
Tanah sabri yang diduga dirampas atasnama wakaf
Tanah sabri yang diduga dirampas atasnama wakaf

SIAK, Tribunriau- Perwakilan Koran Anti Korupsi Riau, Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Provinsi Riau, dan LSM Yaspani Yustisia Pekanbaru Kamis (24/01/2019) sepakat membentuk “Tim Investigasi Perampasan Mengatasnamakan Wakaf” Tim yang dibentuk untuk memburu Aktor Intelektual dibalik perampasan tanah waris Sabri, 71 Tahun warga Belantik RT/RW 008/003 Desa Langkai Kecamatan Siak.

Akibat perampasan mengatasnamakan Wakaf Sabri mengalami kerugian miliaran rupiah. Selain itu akibat dari perampasan mengatasnamakan Wakaf tersebut Sabri saat ini setres, sakit parah, menderita setrok, yang saat ini, terbujur dirumahnya, untuk berobat ke Rumah Sakit Sabri tidak punya biaya. Perampasan tanah mengatasnamakan Wakaf menimbulkan spekulasi dikalangan elemen masyarakat, pasalnya perampasan tanah mengatasnamakan wakaf, bertentangan dengan ketentuan karena yang menyerahkan tanah milik Sabri adalah Suwarni bukan pemilik sah atas lahan tersebut.

“Oleh KUA Siak Tarzan bahwa Suwarni disebut-sebut sebagai “Nadzir”, alias menjaga ketika disodorkan surat untuk ditanda tangani. KUA Siak tidak membacakan isi surat yang disodorkan Tarzan yang ketika itu pada tahun 1983 menjabat KUA Siak,” ujar Ketua Umum P3KD Provinsi Riau Salamuddin P mengutip ucapan Suwarni saat diwawancarai awak media ini dikediaman Sabri.

Di tempat yang sama, Harianto menekankan agar Tim Investigasi “perampasan hak waris Sabri” yang dilakukan oknum KUA Siak dengan mengatasnamakan Wakaf Tim akan menyurati KOMNAS HAM RI, Ombudsman RI, Komisi III DPR-RI, Mahkamah Konstitusi, Dewan Kehormatan Mahkamah Agung dan Instansi yang berwewenang.

Dalam hal perampasan tanah mengatasnamakan Wakaf Tim juga akan menyurati kuasa hukum Sabri yakni Anton Sitompul agar dilakukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung terkait perampasan tanah Sabri dengan mengatasnamakan Wakaf.

Menurut Harianto desakan mem PK kan kasus tersebut penting dilakukan agar Sabri sekeluarga tidak kehilangan haknya atas tanah yang diwariskan orang tua kandung Sabri. Pengajuan PK oleh PH nya Sabri sangat penting demi terwujudnya keadilan. Tim juga akan melaporkan perusakan tanaman milik Sadri yang di lakukan oleh KUA Siak karena tidak ada pembayaran kepada Sabri ujar Harianto.

Beredar kabar bahwa tanah seluas 40.038 M diperoleh mengatasnamakan Wakaf telah bersertifikat No.1 Tanggal 22/12/2017 diterbitkan BPN Siak informasinya dilokasi tersebut tahun 2019 akan dibangun Gedung yang merupakan proyek Pemkab Siak namun ketika informasi tersebut dikonfirmasi kepada anggota DPRD Siak Hariadi Tarigan melalui hubungan seluler Rabu (23/01/2019) membantah “saya ketua banggar” tidak benar informasi tersebut, kecuali ada putusan Pengadilan ujar Hariadi menutup sambungan selulernya (PUR)